Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Renunganku… Sebuah Perjuangan Tiada Berhenti

Posted by yananto pada Senin, 26 Januari 2009

Bissmillah
Sebagai seorang manusia biasa, sering aku merasakan sesak berkepanjangan. Karena sebuah putusan yang sangat menyengat hati, mendidihkan air darah di tubuh ini, mengkeruhkan otak pada alam pikiranku. Ingin aku protes sejadi-jadinya. Namun, kepada siapa aku harus layangkan protes ini? Kepada siapa aku harus mengadukan hal ini?

Kadang aku merasakan kerja kerasku tak dihargai sepeser pun. Usaha dan jerih payahku, kadang hanya mendatangkan penolakkan, karena sebuah arogansi kepemimpinan semata. Aku memang bukan siapa-siapa, bahkan belum memberikan warna sedikit pun pada negeri, alam dan jagat raya ini. Yang aku miliki hanyalah sebuah pegangan dan keyakinan yang kuat terhadap ALLAH azza wa jalla.

Kuulangi untuk kedua dan ketiga kali. Imbas yang kuterima tidaklah jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Sebuah penolakan, sebuah “tiada pengharggaan”. Sekali lagi aku hanya bisa menunduk, aku hanya bisa menahan sekuat tenaga air mata yang kadang sepertinya ingin mengalir deras ke luar dari kelopak mataku.

Menegakkan kebenaran, tidaklah semudah yang aku kira dan aku bayangkan. Menegakkan kebenaran, di dalam sebuah sistem yang “tidak benar”, terlihat seperti seorang bodoh tanpa otak, seperti seorang aneh tanpa akal, seperti seorang gila, yang kadang ditertawakan orang lain, dicemoohkan atau malah dijauhi dan dimusuhi. Bahkan ada sebagian orang yang berujar, untuk apa aku jauh-jauh berpikir, pikirkan saja diriku ini… Aku tidak menanggapinya. Aku hanya terdiam, karena dengan aku mendebatnya, debat kusir karena perbedaan visi, misi dan rujukkan, kadang akan terjadi. Dan itu terlalu banyak energi yang harus aku keluarkan.

Aku telah mencoba untuk menghalau semua jenis perasaan ini, namun sesering itulah aku menghalaunya, sesering itu pula perasaan itu muncul kembali di hati kecilku ini. Hanya orang-orang sevisi dan semisi yang selalu membangkitkanku. Hanya orang-orang yang satu barisan dan satu shaf lah yang selalu men-support perjuanganku dan bahkan menjagaku. Terima kasih ya ALLAH…

Aku kadang teringat, ketika Rasulullah dan para sahabatnya dicemoohkan, dilempari kotoran, diinjak-injak harga diri dan agamanya. Padahal kita tahu, bahwa itu semua adalah sebuah perjuangan atas kebenaran. Tapi pengetahuan kita akan kebenaran itu terjadi pada saat sekarang, bagaimana jika kita hidup di jaman Rasul. Jangan-jangan kita termasuk orang yang bersebrangan dengan beliau, yang memaki-maki beliau, yang melempari beliau, yang menghujat beliau, Naudzubillah min dzalik…

Aku yakin, bahwa perjuangan adalah pilihan. Menegakkan keadilan dan kebenaran sesuai degan hujjah yang murni adalah sebuah pilihan. Pilihan, apakah kita mau untuk dihujat. Pilihan, apakah kita mau dan tahan untuk ditinggalkan. Pilihan, apakah kita kuat untuk dikucilkan di lingkungan kita. Sebuah pilihan yang sulit, karena iman dan ketakwaan terlalu bernilai untuk di bandingkan dengan apa pun. Pastilah pilihan ini adalah sesuatu yang sangat sulit.

Kutetapkan hatiku kembali. Kubakar semangatku kembali. Kukobarkan api perjuanganku kembali. Aku sangat tidak peduli, bahkan akan lebih sangat tidak peduli. Apakah kerjaku akan dihargai atau tidak, apakah perjuanganku akan dicaci maki atau tidak, bahkan aku sekarang sudah tidak ambil pusing, apakah aku dikucilkan dari sistem ini atau tidak. Yang aku lakukan adalah, karena ALLAH, untuk ALLAH dan demi ALLAH, aku akan tetap memperjuangkannya. Karena peradaban Islam harus berdiri tegak di muka bumi ini. Karena kebahagiaan yang ALLAH janjikan, tidaklah melulu merupakan kebahagiaan di akhirat, namun juga di dunia ini.

Ya ALLAH, bantulah aku menyeka air mataku ini. Bantulah aku membulatkan tekad, menguatkan perjuangan dan mentapkan visi dan misiku ini. Walau pun hanya ada satu orang yang berjuang di jalanMU ya ALLAH, aku yakin, bahwa itu adalah aku. Aku ikhlas ya ALLAH untuk tidak dihargai orang lain. Aku ikhlas ya Rabb untuk selalu ditolak karena sebuah itikad baikku dianggap menyimpang oleh orang lain. Bahkan aku Ikhlas karenaMU, karena hanya ridhoMU lah yang aku dambakan. Tetap curahkanlah kasih sayangMU padaku, tetap limpahkanlah rezeki untuk bekal perjuanganku, dan tetap liputilah aku dengan ilmu dan hikmahMU, agar aku tetap berpegang kepada tali kebenaranMU yang murni dan ENGKAU ridhoi. Amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: