Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Aslim Taslam, Then…Gold is Antidote To The Crisis…

Posted by yananto pada Rabu, 10 Desember 2008

Written by Muhaimin Iqbal

Bahan tulisan saya kali ini adalah gabungan dari Khutbah Iedul Adha 08/12/08 pagi dari Ustadz Ihsan Tanjung dan acara televisi di Business News Networkmalamnya yang membahas fenomena Gold Backwardationdi pasar emas internasional.

Dalam khutbah Iedhul Adha tersebut Ustadz Ihsan mengingatkan kita semua atas kewajiban berdakwah, yaitu secara khusus mengajak kaum non-muslim di sekitar kita untuk ikut masuk Islam.

Hal ini dicontohkan langsung dengan ucapan Rasulullah yang sangat terkenal yaitu Aslim Taslam yang artinya “Masuk Islam-lah engkau, niscaya engkau bakal selamat (dunia dan akhirat)”. (HR. Bukhari).

Selama ini kita mungkin ada perasaan nggak enak untuk mengajak masuk Islam temen-temen dekat kita, tetangga dekat, staff di kantor dlsb. yang beragama non-muslim. Tetapi khutbah Ustadz Ihsan tersebut memberi perspektif lain tentang kewajiban berdakwah ini.

Karena kita yakin bahwa agama Islam ini yang benar dan kita yakin bahwa dengan jalan ini kita akan selamat di dunia dan akhirat; bukankah kita terlalu egois kalau kita ingin menikmatinya sendiri – tanpa mengajak orang-orang yang kita kenal (yang belum muslim) untuk mengikutinya pula?

Kasih sayang terhadap sesama inilah yang membuat Rasulullah SAW selalu mengajak kepada Islam dengan kalimat Aslim Taslamtersebut setiap berjumpa orang yang baru dikenalnya. Kasih sayang beliau yang menginginkan agar semua orang yang dikenalnya selamat di dunia dan di akhirat.

Lantas apa relevansinya ajakan masuk Islam ini dengan krisis global yang terjadi saat ini khususnya pada fenomena pasar emas yang disebut Backwardation?

Jawabannya demikian ;

Krisis finansial global ini disadari betul oleh para ahli ekonomi, pimpinan negara maupun para pelaku pasar sebagai krisis yang sangat-sangat serius. Obama dan team ekonominya sendiri yang banyak diharapkan dunia, menyatakan bahwa krisis ini akan memburuk dahulu sebelum pada akhirnya membaik.

Dengan apa sistem keuangan dunia akan membaik ? salah satu yang ramai dibicarakan adalah dengan mengganti uang fiat yang tidak bernilai intrinsic deangan uang yang minimal ada backup nilainya yaitu emas. Itulah sebabnya Bretton Woods II banyak disebut-sebut. Dalam semalam kemarin malam saja saya menyaksikan dua acara televisi yang membahas masalah ini.

Yang pertama adalah interview-nya DR. Mahatir Muhammad di salah satu televisi nasional kita, dan yang kedua adalah acara di Business News Networkyang mewancarai pelaku pasar John Ing– dari independent Canadian research-based institutional investment dealer. Kalau Anda memiliki bandwidthyang bagus dapat menikmati langsung interview tersebut.

John Ing mengulas fenomena yang sedang terjadi di pasar emas dunia yang disebut Gold Backwardation; yaitu harga emas spot yang lebih tinggi dari harga future.Umumnya pasar emas dalam kondisi in contangoyaitu harga futurelebih tinggi dari harga spot. Fenomena backwardationini di dorong oleh kebutuhan fisik emas yang tinggi, ini adalah salah
satu sinyal bahwa orang mulai kurang percaya pada uang kertas dan berbagai papers transactionlainnya dan beralih ke physical transaction.

Fenomena backwardationini pulalah yang membuat grafik harga kita di GeraiDinar.Com tidak
sepenuhnya mengikuti trend harga internasional; secara berkala grafik
tersebut harus kami lakukan koreksi dengan harga emas fisik di pasar
local Jakarta – khususnya harga di Logam Mulia, PT. Aneka Tambang Tbk.
yang menjadi mitra utama kami.

Sampai sini mungkin Anda belum bisa melihat relevansinnya….

Ketika emas ramai dibicarakan sebagai solusi dan mulai diburu orang secara fisik, bahkan menurut John Ing emas adalah antidoteatau penawar dari krisis yang melanda dunia saat ini – mereka semua sebenarnya seperti mengejar fatamorgana.

Seperti yang saya tulis dalam tulisan “Emas Cukup…” , Emas memang akan cukup dan dapat menjadi uang yang adil dan nilainya
tidak rusak oleh waktu – namun emas saja tidak akan menjadi solusi bagi
krisis ini.

Emas
baru akan menjadi solusi apabila penggunaannya mengikuti aturan-aturan
yang sangat detil yang adanya hanya di syariat Islam. Tidak ada aturan
atau hukum lain di manapun di belahan dunia ini yang mengatur
penggunaan emas se detail syariat Islam.

Aturan
detil ini menyangkut penggunaannya sebagai perhiasan (yang tidak
mengijinkan laki-laki muslim menggunakannya) ; larangan menimbun,
larangan riba, dorongan agar emas ini berputar dst.

· Larangan
lelaki muslim menggunakan emas sebagai perhiasan akan berdampak pada
tersedianya emas untuk uang; dengan hanya wanita menggunakan emas
sebagai perhiasan saja, data saya di tulisan sebelumnya mengungkapkan
bahwa 51 % emas dunia digunakan perhiasan ini. Apa jadinya kalau
lak-laki ikut menggunakan emas ini sebagai perhiasan ?.
· Emas
dilarang ditimbun karena berapapun tersedianya di muka bumi tidak akan
cukup bila emas ditimbun. Implementasi larangan ini tidak bisa
dilakukan oleh pemerintah seperti di Amerika tahun 1930-an yang
melarang warganya menyimpan emas; tetapi oleh suatu kesadaran
masyarakat yang takut akan hari akhir dan dis-insentif berkurangnya
harta yang ditimbun dari waktu ke waktu karena zakat.
· Larangan
riba akan mendorong emas untuk kegiatan produktif. Baik itu yang
terkait dengan investasi, konsumsi maupun untuk infaq di Jalan Allah –
ini semua akan mendorong perputaran uang dan menggerakkan sector
produksi dan pasar.
· Emas
atau harta yang selalu berputar akan membuatnya cukup untuk memenuhi
kebutuhan umat, bukan jumlah yang menentukan tetapi putaran-lah yang
menentukan kecukupan emas ini.

Upaya
para pakar dan pemimpin/mantan pemimpin dunia untuk mendorong emas
sebagai solusi dari krisis finansial ini adalah upaya yang arahnya
sudah benar, tetapi belum cukup. Missing link–nya adalah aturan detil yang hanya ada di syariat Islam tersebut.

Tanpa aturan detil ini, penggunaan emas sebagai standar seperti Bretton Woodsmisalnya –tidak akan berhasil.

Karena
kita tahu bahwa upaya mereka tidak akan berhasil tanpa mengikuti
syariat ini – maka dengan kasih sayang kita, kita seru mereka untuk
mengikuti syariat ini, karena ini jalan satu-satunya – agar kita semua
dan mereka berhasil atau selamat dunia dan akhirat.

Untuk
bisa mentaati aturan syariat – kita semua haruslah menjadi Muslim yang
sesungguhnya; Jadi inilah relevansi kita semua untuk menyebar luaskan
ajakan untuk masuk Islam ini, Ajakan ini menjadi sangat relevan ketika
dunia dilanda krisis – dan kita melihat bahwa syariat Islam solusinya.

Jadi Aslim Taslam, Masuklah Islam maka Anda akan selamat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: