Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Dr. Musthofa As Sibaai

Posted by yananto pada Sabtu, 15 November 2008

Musthofa
Husni As Sibaai lahir di kota Hims Suriah tahun 1915 dari keluarga
ulama. Ayah dan kakek beliau adalah khotib masjid raya Hims, jabatan
khotib tesebut telah turun temurun semenjak ratusan tahun lamanya. Ayah
beliau Husni As Sibai terkenal sebagai seorang mujahid yang gigih
menentang penjajahan, beliau berjuang dengan harta dan jiwanya dalam
menghadapi penjajahan Perancis.

Sebagaimana halnya beliaupun adalah merupakan penggagas lembaga-lembaga
kebajikan Islam an sosial sehingga hal tersebut cukup mempengaruhi
pertumbuhan dan pendidikan putra beliau Musthofa As Sibaai’. Kehidupan
yang sulit dan keras dalam suasana penjajahan juga mempengaruhi
petumbuhan beliau, terutama memupuk sikap patriotik dan perlawanan
terhadap penjajah dan antek-anteknya.

Semenjak muda Musthofa As Sibaai’ selalu menghadiri majlis ilmu
ayahnya, dan hal tersebut memupuk keulaman dan kefaqihan beliau dalam
menyelesaikan masalah-masalah fiqhiyyah, khususnya fiqih komparatif.
Sehingga dalam waktu yang tidak lama beliau terhitung sebagai ulama
serta faqih, dan hal itulah yang mendorong beliau unyuk terjun langsung
dalam medan jihad dan “islah” reformasi serta memberantas bid’ah.

Dr Musthofa As Sibaai’ menikah di Dimasq, ketika beliau meminang calon
istrinya pihak peminang menginformasikan kepada pihak keluarga wanita
bahwa; Mushtofa As Sibaai adalah seorang aktivis da’wah, dan kebanyakan
waktnya akan tersita untuk kepantingan da’wah. Hal tersebut diungkapkan
agar pihak keluarga wanita memakluminya sebelum pinangan diterima, dan
akhirnya keluarga wanita menerima hal tersebut.

Kehidupan As Sibaai’

Masa kanak-kanak dan pertumbuhan beliau dibawah asuhan orang tuanya
yang dikenal sebagai ulama Hims, beliau senantiasa menghadiri majlis
ilmu ayahnya, bahkan ayahnya selalu mendorong beliau agar mempelajari
ilmu Syariah.

Sibaai’ muda tak sama dengan pemuda-pemuda lainnya, diusia mudanya dia
aktif dengan kegiatan-kegiatan menentang penjajahan. Diusianya yang ke
enambelas (Th 1931) beliau telah mengenyam kehidupan kerangkeng untuk
pertama kalinya, beliau ditangkap oleh penjajah Perancis karena
mengkoordinir kawan-kawannya dalam menyebarkan selebaran yang
mengkritik kebijakan penjajahan Perancis.

Musthofa As Sibaai’ tidak kapok dengan pengalaman pertamanya
dijebloskan ke dalam penjara, beliau ditangkap untuk kedua kalinya oleh
pihak Perancis karena khutbah jumat beliau di mesjid raya Hims dianggap
menggugah ruh jihad dan perjuangan warga Hims melawan penjajah
Perancis.Dalam sejarah perlawanannya menentang penjajahan
Perancis,perjuangan beliau tidak hanya dengan “kalam” belaka tapi
beliau pun memimpin kawan-kawannya mengadakan perlawanan bersenjata
menentang Perancis, seperti terjadi pada tahun 1945.

Tahun 1933 Mushthofa As Sibaai’ melanjutkan pendidikannya di Al Azhar.
Sampai di Mesirpun jiwa kepahlawanannya tidak menyusut, bahkan bersama
shahabat-sahabat Mesirnya beliau ikut serta berunjuk rasa menentang
penjajahan Inggris, demikian halnya ketika sahabat-sahabat Iraknya
mengadakan unjuk rasa menentang penjajahan Inggris beliau tidak
ketinggalan, sehingga beliau ditangkap oleh pemerintah Inggris saat
itu. Tiga bulan beliau meringkuk dalam sel penjara Mesir, Syaik Azhar
saat itu,Musthofa Al Maraghi ikut turun tangan dalam berusaha
mengeluarkan As Sibaai’ dari penjara, tapi kemudian beliau dipindahkan
ke penjara Palestina selama empat bulan lamanya, setelah itu beliau
dibebaskan dengan jaminan.

Musthofa As Sibaai’ selanjutnya tidak diperkenankan kembali ke Mesir,
padahal beliau sedang mempersiapkan disertasi doktornya. Pemeritah
penjajahan Inggris melarang As Sibaai masuk Mesir karena beliau
dianggap sebagai pemicu gerakan anti Inggris, bahkan dianggap sebagai
biang keladi revolusi bangsa Mesir terhadap Inggris. Hal tersebut
terjadi tahun 1940.

Tahun 1949 As Sibaai’ baru dapat mengajukan disertasi doktornya yang
cukup dikenal dikalangan ulama saat ini “As Sunnah Wamakanatuha Fi At
Tasyri'” (Kedudukan Sunnah dalam Syariah* ) As Sibaai’ dengan tesisnya
tersebut mendapat kelulusan dengan suma cumlaude. Dalam tesisnya
tersebut As Sibaai’ menyanggah habis argumen kaum Orientalis tentang
kedudukan AS Sunnah dalam Syariat Islam. Disamping beliaupun menulis
buku khusus tentang orientalis dengan judul “Alistisyraq Wal
Mustasyriqun” Orientalisme dan kaum Orientalis.

Dalam masa pendidikannya di Al Azhar itulah beliau berhubungan dengan
Imam Hasan Al Banna pengasas gerakan Ikhwanul Muslimun. Bahkan hubungan
beliau berlanjut sampai setelah kepulangan beliau ke Suriah. Tahun 1942
berdirilah Ikhwanul Muslimun Suriah dibawah pimpinan beliau. Sehubungan
dengan pendirian Ikhwanul Muslimun Suriah, Hasan Al Banna mengirim
utusan khususnya Dr Said Rhamadhan (menantu Hassan Al Banna) . Di tahun
pertama setelah berdirinya Ikhwanul Muslimun tercatat 100 ribu orang
lebih anggota.

Sebelum dibentuknya Ikhwanul Muslimun Suriah, amal da’wah di Suriah
digerakkan oleh lembaga-lembaga da’wah yeng kemudian bersatu setelah
dibentuknya Ikhwanul Muslimun. Diantara lembaga tersebut adalah;
“Jamiyyah Subbanul Muslimin” Damaskus pimpinan Dr Muhammad Mubarak,
“Darul Arqom”, dan “Jamiyyah Al Ikhwan Muslimun” yang diprakarsai oleh
Assyaikh Mahmud Utsman atas usulan Imam Hasan Al Banna.

Jiwa patriotik dan semangat jihad Dr Musthofa As Sibaai’ menggerakkan
beliau untuk membawa pasukan Ikhwanul Muslimun dalam Jihad Palestina
1948 melawan Zionisme Yahudi bersama pasukan Ikhwan Irak yang dipimpin
oleh Muhammad Mahmud Showwaf dan Ikwan Mesir yang dipimpin oleh
Abdurahman Al Banna, serta Ikhwan Yordania .

Tapi perjuangan Ikhwan yang dilandasi oleh aqidah dan tanggung jawab
atas “Ardul mubarak” di khianati oleh para pemimpin Arab saat itu,
bahkan para mujahid Ikhwan Mesir langsung digiring ke penjara
sesampainya mereka ke tanah air, yang mereka sisakan diluar tahanan
hanya Imam Hasan Al Banna, dan dalam kondisi seperti itulah para musuh
Islam menghabisi Asy Syahid Al Imam, dengan harapan besar bahwa dengan
dihabisinya Al Imam Syahid punah pulalah gerakan da’wah Ikhwanul
Muslimun. “Wamakaru wamakarollah” Mereka berbuat makar dan Allah
membalas makar mereka.

Sepulang dari jihad Palestina, As Sibaai’ tak menghentikan thabiat
jihadnya. Kali ini beliau berjihad dari dalam Suriah sendiri dengan
tulisan dan kalamnya, dengan taujih dan tarbiyyahnya kearah islah dan
membina generasi mujahid dengan manhaj Islami yang benar, mulai dari
pembentukan pribadi yang Islami, keluarga Islami, masyarakat Islami,
dan akhirnya berdirinya Daulah Islamiyyah.

Tahun 1950 Beliau termasuk anggota komisi perumus undang-undang. Dengan
perjuangannya beliau berhasil memberi warna Islami pada rancangan
Undang-undang Suriah dalam pasal-pasal yang sangat esensi, dan berhasil
mengikis usaha sekularisasi UU Suriah

Dr Musthofa As Sibaai’ bersama sahabat-sahabat seperjuangannya berhasil
memperjuangkan masuknya pelajaran pendidikan Islam dalam kurikulum
pendidikan, disamping itu beliaupun berhasil pula membuka jurusan
Syariah di Universitas Suriah (sekarang Universitas Damaskus).

Dr Musthofa As Sibaai’ pun mengusulkan penyusunan ensiklopedia fiqh,
sehingga masalah-masalah fiqhiyyah dapat ditampilkan dalam format baru,
disamping menjawab dan menyelesaikan masalah-masalah kontemporer,
dengan berpedoman kepada Al Quran dan Sunnah serta pendapat-pendapat
Salafush-shoolih. Ensiklopedi tersebut sekarang telah digarap oleh para
ulama muslim terkenal dari seluruh penjuru dunia, sampai saat ini sudah
sampai huruf “qof” dan mencapai 38 jilid dalam format besar.

Dalam dunia Islam Dr Musthofa As Sibaai’ dikenal sebagai seorang tokoh
gerakan Islam yang alim dan faqih. Tahun 1951 beliau sempat menghadiri
mu’tamar Islami yang diadakan di Pakistan, dalam kesempatan tersebut
beliau sempat bertemu dengan tokoh-tokoh dunia Islam.

Tahun 1952 Dr Musthofa As Sibaai meminta agar pemerintah suriah, agar
beliau dan anggota Ikhwan Suriah diizinkan keluar dari Suriah untuk
turut berjihad bahu membahu bersama Ikhwan Mesir dalam menghadapi
Inggris di Terusan Suez. Rupanya permohonan tersebut berakibat fatal,
yang mengakibatkan Ikhwanul Muslimun Suriah dilarang selanjutnya mereka
di selkan dan Dr As Sibaai’ dibuang ke Libanon setelah sebelumnya
dipecat dari Universitas Damaskus. Seperti itulah resiko perjuangan
membela kebenaran. Tapi hikmah Allah dibalik semua itu, di Libanon AS
Sibaai’ justru senantiasa dikerumuni para pemuda, dan itulah cikal
bakal gerakan Islam Libanon “Al Jamaah Al Islamiyyah” yang di dirikan
tahun 1964 dan membuahkan dai’ muharrik kondang Fathi Yakan.

Tahun 1953 Dr Sibaai’ pun sempat menghadiri konfrensi Islam untuk
pembelaan Al Quds yang diadakan di kota Al Quds dan dihadiri oleh
perwakilan Ikhwanul Muslimun dari seluruh negara Arab dan para tokoh
Islam dunia, termasuk saat itu hadir Dr Muhammad Natsir sebagai wakil
Indonesia.

Tahun 1954 para pemimpin Ikhwan bertemu di Libanon dalam mu’tamar Islam
dan Kristen, hadir dalam mu’tamar tersebut Ustadz Hasan Hudaibi
“mursyid” Ikhwanul Muslimun Mesir saat itu, Ustadz Muhammad Mahmud
Showwaf pimpinan Ikhwan Iraq, Ustadz Muhammad Abdurahman Khalifaf
pimpinan Ikhwan Yordania, Ali Tholibullah mewakilli Sudan, dan Abdul
Aziz Mathu’ dari Kuwait serta Dr As Sibaai’ sendiri sebagai pemimpin
Ikhwan Suriah.

Sepulangnya Hasan Hudaibi dari Libanon rezim Jamal Abdul Nasher
menjebloskan mursyid Ikhwan kedua Hasan Hudaibi beserta ikhwan lainnya.
Ikhwanun Muslimin Arab kemudian membentuk “maktab tanfidhi” yang
dipimpin oleh Dr Mushtofa As Sibaai’

Pengaruh Dr Musthofa As Sibaai’ bukan hanya dirasakan oleh para pemuda
Suriah, tapi para pemuda Turki yang menuntut ilmu di Suriah merasakan
pengaruhnya, mereka senantiasa hadir dalam majlis-majlis As Sibaai’,
bahkan hubungan mereka terus berlanjut setelah kepulangan mereka ke
Turki.

Kiprah da’wah Dr As Sibaai’ tidak hanya dalam mimbar dan podium,
beliaupun berkiprah dalam melahirkan majalah mingguan “As Syihab”
bahkan beliau sempat memimpin majalah “AL Muslimun” setelah majalah
tersebut ditutup di Mesir, sampai tahun 1958, kemudian penerbitan
majalah tersebut berpindah ke Swis seiring dengan hijrahnya Dr Said
Ramadhan ke Swis. Bersamaan dengan itu beliaupun menerbitkan majalah
bulanan “Al Hadhoroh Al Islamiyyah” sebagai pengganti Al Muslimun.

Sedangkan tulisan beliau yang dibukukan adalah:

1. Syarah Qonun Al Ahwal Ashshakhsiyyah, 3 jilid

2. As Sunnah Wamakanatuha Fi At Tasyri’, tesis doktornya (sudah diterjemahkan)

3. Al Marah baina Al Fiqhi Wal Qonun (sudah diterjemahkan)

4. Isytirokiyyah Al Islam (Sudah diterjemahkan)

5. As-Sirah An Nabawiyyah Durusun Wa Ibar, buku yang mengilhami para penulis fiqh sirah (sudah diterjemahkan)

Dan banyak lagi karangan beliau yang sarat dengan taujih serta Ilmu.

Aktitas da’wah beliau tak pernah berhenti sampai pada masa sakit beliau
yang berkepanjangan, tubuh beliau lumpuh sebelah selama delapan tahun,
beliau senantiasa shabar menghadapi ujian tersebut, tak pernah
mengeluh, ridho dengan apa yang menimpanya, tahmid, tasbih dan
istighfar senantiasa menghiasi bibirnya siang dan malam. Penyakitnya
sama sekali bukan suatu penghalang bagi dirinya dalam menyampaikan
da’wah.

Dalam salah satu ungkapan As Sibaai kepada shabatnya ” berkata: “Aku
dalam keadaan sakit, jelas aku merasakan sakitnya. Dan andapun dapat
melihatnya dari roman wajahku, dan dari tanganku yang tak dapat
bergerak. Tapi lihatlah keagungan Hikmah Allah dibalik semua itu,
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa mentakdirkan aku menjadi orang yang
lumpuh, dan terbukti sebagian tubuhku lumpuh… Tapi, perhatikan bagian
mana yang lumpuh? Allah telah melumpuhkan bagian tubuhku sebelah kiri,
dan membiarkan bagian tubuh sebelah kanan tetap bergerak. Betapa Agung
Ni’mat Allah yang aku rasakan membiarkan bagian tubuh kananku tetap
bergerak. Dapatkah aku tetap menulis kalau Allah mentakdirkan tubuh
bagian kananku juga mengalami kelumpuhan? ”

Subhanallah, bahkan menurut peraksian shahabat-shahabat seperjuangan
beliau, Dr As Sibaai’ sangat giat dan aktif dalam masa sakitnya. Dr
Adib Sholeh shabat dekat beliau berkata: “Sehari sebelum hari wafatnya,
beliau masih sempat menulis tiga tulisan; Al Ulama Al Auliya, Al Ulama
Al Mujahidun dan Al Ulama Asy Syuhada”.

Betapa jauhnya diri kita dari keteladanan beliau dalam meneladani
perjuangan Rasul SAW, betapa jauh perbedaan sikap yang dimiliki oleh
beliau dengan kiprah kita dalam da’wah, bahkan terkadang kewajiban diri
kitapun masih sering terlupakan, bahkan kita masih banyak kurangnya
dari pada lebihnya.

Dr Mushtofa As Sibaai’ menemui Rabbnya pada hari sabtu, 3/10/1964 di
kota kelahirannya Hims setelah melalui perjalanan hidupnya yang penuh
dengan perjuangan dan jihad.Jenazahnya dishalatkan di Damaskus di
mesjid Al Umawi. Ribuan orang turut menyolati jenazahnya, tak lupa para
tokoh gerakan Islam Suriah turut memberi kalimat akhir bagi kepergian
Mujahid besar As Sibaai’, semisal Dr Muhammad Mubarak, Dr Muhammad Adib
Sholeh, Dr Hasan Huwaidi dan tokoh lainnya.

Diantara nashihat beliau dalam buku “Hakadza A’lammatni Al hayaat” adalah

Tentang Istiqomah.

“Istiqomah suatu jalan yang awalnya penuh dengan Karomah, pertengahannya dipenuhi keselamatan, dan ujungnya adalah surga”

Tentang keberhasilan dalam pertempuran di kancah politik

“Hati yang salim, tangan yang bersih, aqidah yang benar, ahlak yang
lurus “istiqomah” … Tapi tidak cukup hanya sekedar itu dalam
menggapai keberhasilan dalam pertempuran di kancah politik, selama
tidak memiliki kecemerlangan berfikir, fleksibel dalam amal, semangat
yang hangat serta memahami problem masyarakat dan thabiat manusia”

Dalam kesempatan lainnya Dr Mushtofa As Sibaai’ mengingatkan kita semua bahwa: Ada dua macam kecintaan yang tak dapat menyatu

Cinta kepada Allah dan cinta kemaksiatan

Cinta akan (Jihad) dan cinta kehidupan

Cinta terhadap pengorbanan dan cinta akan harta

Cinta akan kebenaran “Al haq” dan cinta akan kepemimpinan

Cinta akan perdamaian dan cinta untuk membalas dendam

Cinta akan perbaikan “ishlah” dan cinta akan keselamatan

Cinta terhadap perjuangan dan cinta untuk hidup santai

Cinta akan keadilan dan cinta akan penghambaan

Cinta terhadap rakyat dan cinta terhadap thogut

Cinta untuk berbuat kebaikan dan cinta untuk berbuat curang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: