Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Libur Perdagangan 4 Hari Tak Mampu Selamatkan IHSG

Posted by yananto pada Senin, 6 Oktober 2008

Saat bursa global jatuh pada pekan lalu, investor Indonesia boleh berlega karena sedang libur. Namun kenyataannya, ketika libur transaksi usai, saham-saham tetap anjlok tajam bahkan paling parah se-Asia.

Libur 4 hari terhitung 30 September hingga 3 Oktober 2008 tidak menyelamatkan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia dari kejatuhan IHSG.

Sempat anjlok hingga 10,8% ke level 1634,55, IHSG pada penutupan perdagangan Senin (6/10/2008) akhirnya ditutup ke level 1648,74, anjlok 183,77 poin (10,03%) dibanding penutupan sebelum libur, Senin (29/9/2008) di level 1832,507.

“Kami pikir dengan libur 4 hari, transaksi saham kita bisa selamat. Rupanya setelah dibuka hari ini, IHSG mengalami kejatuhan akumulasi 4 hari sehingga jatuhnya bisa mencapai 10%,” ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito saat dihubungi detikFinance, Senin (6/10/2008).

Eddy mengatakan bahwa kejatuhan indeks bursa tidak hanya terjadi di BEI. Bursa-bursa regional juga mengalami penurunan, meski tidak sebesar IHSG.

“Kalau kita lihat, selama BEI libur rata-rata bursa regional jatuh 4-5% dalam satu hari. Jadi sebenarnya akumulasi penurunan mereka lebih besar dari bursa kita,” ujar Eddy.

Mengenai suspensi transaksi seluruh saham di BEI, Eddy mengatakan belum akan mengambil opsi tersebut, mengingat perdagangan baru dibuka hari ini setelah libur 4 hari.

“Sebenarnya penurunan 10% itu sudah alert buat kita. Namun bursa kan baru dibuka hari ini setelah libur, jadi kami tidak akan melakukan suspensi bursa hari ini,” ujar Eddy.

Seperti diketahui, Wall Street pada Senin,  29 September lalu mencatat kejatuhan terparah setelah Kongres menolak rencana bailout US$ 700 miliar. Indeks Dow Jones turun 777,68 poin (6,98 persen) ke level 10.365, penurunan ini lebih besar ketimbang penurunan indeks saat terjadi setelah serangan teroris 9/11 di New York dan Washington. Kemerosotan Wall Street langsung diikuti oleh bursa-bursa global lainnya.

Namun setelah rencana bailout disetujui oleh DPR AS, bahkan telah diteken oleh Presiden Bush, saham-saham di Wall Street masih melemah. Pada Jumat, 3 Oktober, , indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 156,51 poin (1,49%) ke level 10.326,34. Nasdaq juga melemah 29,33 poin (1,48%) ke level 1.947,39 dan S&P 500 turun 14,85 poin (1,33%) ke level 1.099,43.

Melanjutkan kemerosotan Wall Street, bursa-bursa global pada awal pekan ini kembali turun tajam, setelah krisis finansial semakin parah melanda Eropa dan memaksa pemerintah setempat melakukan bailout.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: