Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Kepanikan Lagi di Pasar Saham

Posted by yananto pada Senin, 6 Oktober 2008

epanikan kembali merebak di pasar saham berbagai belahan dunia. Krisis finansial yang kian menyebar luas membuat investor memilih untuk membuang saham-sahamnya untuk sementara waktu.

Anjloknya saham-saham di Wall Street di akhir pekan lalu, bahkan setelah DPR AS memberikan persetujuan bailout besar-besaran hingga US$ 700 miliar, membuat investor trauma. Bahkan setelah UU Bailout diteken, saham-saham semakin rontok.

Pada perdagangan Jumat, 3 Oktober, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 156,51 poin (1,49%) ke level 10.326,34. Nasdaq juga melemah 29,33 poin (1,48%) ke level 1.947,39 dan S&P 500 turun 14,85 poin (1,33%) ke level 1.099,43.

Dan pada Senin (6/10/2008), bursa-bursa di berbagai belahan dunia merosot tajam. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan yang terparah hingga 183,768 poin atau 10,03% ke level 1.648,739.

Bursa-bursa regional lain yang ikut melemah adalah Tokyo anjlok 4,25%, Hong Kong merosot 5%, Seoul turun 4,3%, Sydney anjlok 3,3%, Shanghai turun 5,23%, Mumbai anjlok 5,58%. Bursa Saudi juga merosot hingga 9,6% setelah libur panjang lebaran.

Sementara bursa-bursa Eropa pun dibuka langsung berjatuhan. Bursa London, Frankfurt dan Paris merosot lebih dari 6%. Indeks saham Rusia bahkan lebih parah, dengan penurunan hingga 15% sehingga otoritas bursa memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham.

“Kita memiliki pelemahan dan ketakutan serius yang mendorong pasar di tangan kita. Setiap orang kini bertanya, dimana hari ini akan berakhir,” ujar Tom Hougard, chief market strategist City Index seperti dikutip dari AFP.

Harga minyak pun ikut merosot hingga di bawah US$ 90 per barel. Harga diperkirakan terus merosot seiring krisis finansial yang makin memburuk dan akan mengurangi tingkat permintaan.

“Pasar tidak yakin bahwa paket bailout AS dapat melindungi perekonomian dari krisis finansial,” ujar Ryuta Otsuka dari Toyo Securities.

“Rencana bailout mungkin telah disetujui pada Jumat lalu, tapi sejauh ini tidak ada reaksi yang nyata di pasar kredit dan karena ini maka ada asumsi bahwa rencana itu tidak akan bekerja, meski anggapan semacam ini cukup prematur,” kata dealer CMC, Matt Buckland.

Investor tidak berhasil diyakinkan oleh rencana pemerintah Jerman menyelamatkan Hypo Real Estate. Termasuk rencana BNP Paribas mengambil alih sebagian bisnis Fortis.

Kini investor sedang menantikan pertemuan negara-negara maju G7untuk mencari petunjuk mengenai rencana mereka menghadapi krisis finansial apakah dengan injeksi ke pasar ataupun penurunan suku bunga. Hal lain yang dinantikan adalah pidato dari Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang kemungkinan bisa memberi sinyal tentang arah suku bunga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: