Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Mohon Jawaban Tentang Lailatul Qadar…

Posted by yananto pada Kamis, 25 September 2008

Untuk semua saudaraku,

Permasalahan saya sudah terjawab setelah saya cari dari berbagai sumber. Intinya terdapat perbedaan pendapat di kalanga ulama tentang jawaban atas pertanyaan saya. Untuk itu, Tulisan ini saya anggap selesai. Terima kasih saya haturkan atas semua komentar yang ada. Semoga segala kebaikan sampean mendapat ganjaran yang berlipat ganda dari Allah, amin…

Sengaja saya masih menyimpan tulisan ini sebagai referensi saya pribadi. Saya ubah tanggal posting yang asalnya “Kamis, 18 September 2008” menjadi “Minggu, 31 Agustus 2008”. Berikut ini tulisan sebelumnya :

Untuk semua saudaraku,

Telah lama terpendam di dalam dada, baru kali saya publikasikan pertanyaan saya tentang LAILATUL QADAR. Sudilah kiranya saudara-saudaraku menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ini. Jawaban apa pun sangat saya harapkan, apalagi disertai rujukan ilmiah.

Mohon agar jawaban yang disampaikan bukan tentang tanda-tanda lailatul qadar karena kita bersama sudah membaca semua referensi tentangnya. Selain itu bukan tentang 10 malam terakhir atau bisa saja sejak malam pertama ramadhan, karena hal ini sudah kita pahami bersama.

Pertanyaan saya :

  1. Apakah semua orang yang sedang beribadah ketika para malaikat turun, pasti mendapat lailatul qadar?

    Ataukah lailatul qadar berkunjung seperti tamu, jadi tidak semuanya dapat walaupun sedang beribadah?

  2. Malaikat turun di negara mana? Misal di Indonesia malam hari dan ternyata terjadi lailatul qadar, apakah umat Islam di bagian belahan bumi lain misalnya di Eropa yang sedang ibadah puasa (karena siang hari) pasti mendapat keutamaan lailatul qadar, karena mereka sedang beribadah ketika malaikat turun?

  3. Pertanyaan ke-3 sudah saya pahami. Setelah saya mencari jawaban dari berbagai sumber, ternyata tidak ada seorang pun yang bisa memastikan telah datang lailatul qadar, kecuali jika Allah menghendaki. Wallâhu a‘lam. Oleh karena itu, pertanyaan ini saya hapus saja.

    Namun, bila ada saudara-saudaraku punya referensi lain, dengan senang hati saya menerima semua pencerahan. Adapun pertanyaan ke-3 sebagai berikut :

    Bagaimana kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar (yang sudah) terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Misal pada tahun 1428H lailatul qadar terjadi pada malam 23, tahun 1427H pada malam 27, tahun 1426H malam 15 dan seterusnya. Hal ini sebagai referensi bagi segenap umat Islam.

    Saudara-saudaraku, pertanyaan ke-3 ini bukan tentang lailatul qadar yang akan terjadi, tapi yang sudah terjadi.

Saudara-saudaraku,

Sebuah pertanyaan diajukan kepada saya, “Buat apa pertanyaan seperti ini. Yang penting kita ibadah, selanjutnya biarlah Allah yang memutuskan.”

Saudara-saudaraku,

Saya tak hendak bermain logika, tapi salahkah pertanyaan saya? Bukankah kita pun dijelaskan pahala membaca Al-Qur’an, baik yang tanpa wudhu, dengan wudhu maupun di dalam shalat?

Tidak bisa kita katakan, “Yang penting baca Al-Qur’an. Tidak perlulah kita mencari mana yang lebih baik nilai pahala/ganjarannya. Serahkan saja kepada Allah.”

Bukankah kita dijelaskan pula tentang pahala memberi makan orang untuk berbuka puasa? pahala/ganjaran puasa? pahala/ganjaran lailatul qadar? pahala/ganjaran shalat malam? dan masih banyak lagi. Bukankah Rasul saw. mengajarkan amal ibadah beserta ganjarannya?

Jadi, saya melakukan ini sebagai ilmu dan juga untuk lebih menggiatkan diri dalam beragama.

Saudara-saudaraku,

Saya sudah membaca ulasan Prof. M. Quraish Shihab tentang Lailatul Qadar di buku “Wawasan Al-Qur’an – Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat”—Bab Lailatul Qadar.

Untuk salah satu referensi, berikut ini saya cantumkan tulisan tentang lailatul qadar oleh Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc—pengasuh rubrik Ustadz Menjawab di Eramuslim :

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’duPenentuan kapan persis terjadi lailatul qadar memang oleh para ulama tetap masih jadi bahan perbedaan pendapat. Hal itu disebabkan beragamnya informasi yang kita terima di dalam banyak sekali hadits-hadits Rasulullah, serta pemahaman para shahabat tentang hal tersebut.

Paling tidak kami bisa menyebutkan enam pendapat yang berbeda dalam kesempatan ini.

1. Lailatul qadar itu jatuh pada malam 17 RamadhanSebagian ulama mengatakan bahwa lailatul qadar itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, yaitu malam diturunkannya al-Qur’an. Hal ini disampaikan oleh Zaid bin Arqam dan Abdullah bin Zubair ra. di dalam hadits riwayat Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan Bukhari.

2. Lailatul qadar itu jatuh pada 10 malam terakhir Sebagian ulama lain mengatakan bahwa lailatul-qadar itu jatuh pada malam-malam ganjil, tepatnya di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Pendapat mereka didasarkan hadits berikut ini:Dari Aisyah ra. bahwa Rasululah SAW bersabda,”Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari, Muslim dan Baihaqi)

3. Lailatul qadar terjadi pada malam tanggal 21 RamadhanSebagian ulama lainnya lagi mengatakan bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal 21 Ramadhan. Pendapat ini berdasarkan hadits riwayat Abi Said al Khudri yang diriwayat oleh Bukhari dan Muslim.

4. Lailatul qadar jatuh pada malam tanggal 23 bulan RamadhanPara ulama lainnya mengatakan bahwa lailatul qadar itu jatuh pada malam tanggal 23 Ramadhan. Mereka mendasarkan pendapatnya berdasarkan hadits riwayat Abdullah bin Unais al Juhany, seperti dilaporkan oleh Bukhari dan Muslim.

5. Lailatul qadar jatuh pada malam tanggal 27 bulan RamadhanIni berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar, seperti dikutip oleh Ahmad. Dan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, bahwa Umar bin al Khaththab, Hudzaifah serta sekumpulan besar shahabat, yakin bahwa lailatul qadar terjadi pada malam 27 bulan Ramadhan. Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, juga pernah menyampaikan kepada shahabat yang telah tua dan lemah tak mampu qiyam berlama-lama dan meminta nasehat kepada beliau kapan ia bisa mendapatkan lailatul qadar, Rasulullah SAW kemudian menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 bulan Ramadhan (HR Thabrani dan Baihaqi).

6. Lailatul qadar berpindah-pindah di 10 malam terakhirRiwayat dari Ibnu Umar dan Abi Bakrah yang dilaporkan oleh Bukhari dan Muslim mengatakan bahwa terjadinya lailatul qadar mungkin berpindah-pindah pada malam-malam ganjil sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam bish-shawab, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Begitu dulu, saudara-saudaraku.Terima kasih saya haturkan atas kesediaan sampean semua menjawabnya.

#Semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: