Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

JANGAN MENGELUH DAN BERSABARLAH

Posted by yananto pada Selasa, 23 September 2008

Bismillah hirRohmaanir Rohim

Saat ini jika kalian menganggap bahwa dirimu adalah seorang murid dari Mawlana Shaykh Nazim qs, atau murid dari tariqah lain, maka mereka harus mengetahui bahwa mengeluh atau keberatan pada ketetapan atau kehendak Allah swt sangatlah tidak bisa diterima. Apapun yang Allah swt kirimkan untukmu, atau apapun yang Allah swt telah tuliskan, maka kami melihat semua itu berasal dari Nuzul al-Aqdaar, yaitu dari manifestasi apapun yang Allah swt miliki.

Dengan KebijaksanaanNya, ketika daerah kalian terkena bencana, angin topan, atau kalian memiliki masalah atau kesulitan yang besar, maka apapun yang kalian hadapi dalam kehidupan kalian, maka janganlah mengeluh. Jika kalian menganggap bahwa diri kalian seorang murid tariqah sufi maka jangan keberatan dan berkata, “Kenapa ini terjadi” dalam bahsa arab “Lima La”, Mengapa begini dan kenapa tidak begitu? Kenapa bukan yang lainnya.

Shaykh Abdullah Fa’iz qs (alm) selalu menegaskan bahwa tidak ada kata “ Mengapa?” “ “Why” “Lima la”. Dalam tariqah. Tidak ada “kenapa” dan tidak ada “kenapa tidak” Ini adalah pendapatmu. Jika kalian memasuki tariqah, maka pendapatmu hanya untuk dirimu sendiri. Kalian jangan membiarkan Ego kalian mengeluarkan pendapatnya sendiri,dan tidak akan pernah sama pendapat Ego dgn pendapat Shaykh atau Guru kalian, karena selalu akan bertentangan.

Dan Grandshaykh Abdullah qs berkata,”Selama kalian berada dijalan tariqah, kalian jangan merasa keberatan, karena semua itu sudah ditetapkan.” Seperti halnya sebuah jam alarm, ketika kalian mengaturnya pada jam tertentu untuk berbunyi dan kemudian jam yang ditentukan tiba, maka alarm itu berbunyi. Maka ketika kalian keberatan, malas untuk bangun dan siaga, “Alarm! Alarm! Alarm! Jika kalian tidak peduli pada peringatan tsb, maka kalian akan jatuh pada lubang yang dalam, selokan yang dalam.

Masalah Pertama adalah “keberatan akan kehendak yang akan terjadi padamu”. Keberatan pertama ini yaitu kalian keberatan akan pemahaman agama Islam, hal ini akan segera menandakan dari “Maut ad-Deen” – “Kematian akan Keyakinan Agama”. Maka dengan segera kalian menghancurkan keyakinanmu.

Kalian tahu Hukum Syariah, dalam agama ada 3 Tingkatan, Tingkat Pertama adalah Lima Pilar Rukun Islam, Tingkat Kedua adalah al-Iman; dan ketiga adalah level yg tertinggi yaitu Maqam al–Ihsan.

Jadi ketika kalian keberatan atas apa yang Allah swt telah kirimkan padamu maka kalian membunuh agamamu dan itulah tanda dari kematian agamamu, karena hal itu membunuh agamamu. Itulah sebabnya dalam tariqah tidak ada kata “Mengapa ?” dan tidak ada “Mengapa Tidak?” Tiidak ada kata “La Lima La.”

Jika kalian ingin membuat suatu keputusan dan kalian ingin memberikan suatu jalan pada sebuah keberatan pada apa yang Allah dan Nabi-Nya inginkan maka itulah tanda dari Maut ad-Deen, Kematian dari Keyakinanmu, menyebabkan kematian dari keyakinan akan keMaha Esa-an Nya. Artinya kalian menempatkan diri kalian berada sejajar dengan Tuhan kalian: “ Kalian berkata ini dan aku berkata itu; apa yg kukatakan lebih baik dari apa yg kalian katakan.” Lalu apa yang terjadi? Kalian berusaha membuat suatu kemitraan.kalian berusaha membuat identitas diri kalian didalam Kehadirat Allah.

Disana tidak ada identitas diri dikehadirat Allah,yang ada hanya La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah. Lalu apa yangg terjadi kemudian ? Ilmu Tawhid, adalah melihat tanda ke-Esa-an Allah swt dalam segalanya. Jika agama telah mati, tentu saja Tawhid akan hilang. Artinya jika kalian berkata “Mengapa”, “lima la” maka Tawhid akan mati. Jadi apa yang ingin kalian katakan, lima la.khususnya kamu, selalu berkata lima la.

Semua dari kita tidak mengatakannya dengan kata-kata tetapi degnan perbuatan kita: “lima la” Seperti mereka yang sakit dan memiliki dua kepribadian, atau menderita schizophrenia- kenapa mereka sakit? Apakah kalian tahu? Seperti halnya jika ada mahluk yang duduk ditelingamu, jin kecil, kalian tahu mereka menjualnya dipasaran. Mereka duduk di telinga dan membisikkan pesan : “Kamulah yang terhebat, kamulah yang terbaik!” “Lakukan ini! Lakukan itu! Ini adalah sifat dari ego.kalian. Mereka mungkin mengatakan padamu “Angkat mimbar ini” dan lemparkan. Lalu apa yang mereka lakukan? mereka membawa mimbar itu dan melemparkannya.

Subhanallah mereka memiliki kekuatan. Shaytan memberikan mereka energi kekuatan; lalu mereka membawa dan melemparkannya. Kadang mereka datang dengan jin,atau tidak perlu dengan jin, karena kalian selalu mendengar perintah-perintah itu datang. Seperti ketika kalian memiliki radio di dalam mobil, kalian ingin mendengar berita, maka kalian menyetel siaran berita itu. Yang lainnya menaruh sesuatu yang lain lagi. Jadi mereka yang memiliki dua kutub kepribadian, mereka menghidupkan radio, dan dapat mengambil sesuatu,lalu mereka berpaling pada perintah lain yang datang.dan kesemua dari kita yg ada dalam tariqah,kita adalah bipolar atau memiliki dua kutub.jangan pernah berfikir kita telah mencapai tingkatan yang tinggi. Apalah kita ini? Bipolar. Kita telah memalingkan pendengaran kita pada tempat-tempat yang menjadikan kita terlalu banyak mengeluh pada apapun juga.

Jadi ketika agama mati dan hal ini terjadi atas dirimu maka kalian tidak dapat meyakini Tawhid, lalu kalian berfikir bahwa kalian adalah yg terbaik. Kalian melakukan tawhid pada diri kalian sendiri. Ketika tawhid mati, maka kalian berakhir dengan Maut at-Tawakkal. Mati dengan tidak bersandar pada Allah. Kalian tidak lagi bersandar pada Allah, karena kalian hanya bersandar pada diri kalian sendiri. Itulah sebabnya ada kata-kata tunafis amru nafsika – Apa yg ego kalian minta dari kalian?.
Jadi pelajaran pertama bagi kita adalah ‘Jangan keberatan’ – la ta`tarid.” “al-`itiraad marfud – Mengeluh, menolak dan menolak.” Jika kalian ingin mengeluh, maka kalian akan berakhir dengan membunuh agama kalian, membunuh maqam at-tawhid dan membunuh maqam at-tawakkal dan membunuh ketulusan yang ada dalam dirimu. Kalian tidak akan lagi tulus, karena ketulusan itu tidak akan menolak tapi menerima.

Hati orang-orang yang beriman yang tidak pernah mengeluh, dia tidak akan pernah tahu dan dia tidak akan membiarkan keluhan itu memasuki hatinya,dan setiap saat dalam hidupnya, berkata, “kenapa tidak?” segalanya dikatakannya, “Ya”. Semuanya dijalaninya dan segalanya dikatakannya “ Allah memiliki kibijaksanaan atas ini” dan dia tidak akan mengatakan apapun.

Kalian harus tahu, wahai murid-murid dalam tariqah atau perwakilan dari tariqah atau apapun kamu yang ada di tariqah, bahwa ke akuan dan ego yang ada dalam diri kita selalu berperang melawan dirimu, “munaza`a”. Sebuah kompetisi, berusaha untuk mengambil apa yang harus diambil untuk dirinya sendiri, Ego tidak akan membiarkanmu untuk dapat menerima atau patuh. Jadi kalian harus berjuang melawan diri kalian sendiri.Jangan biarkan Ego berperan atas dirimu.Jika kalian ingin memperbaikinya kalian perbaiki, tapi bagaimana memperbaikinya? Dengan mujahadah. Berusahalah untuk tidak selalu mendengarkan itu. Tetaplah dengarkan apa yang Allah inginkan darimu.

Jangan dengarkan jin kecil yang membisikanmu untuk melakukan ini dan itu, inilah gossip setan yang datang ketelinga kalian. Tergantung jika kalian memiliki ego yang besar dan setan yg besar, Jika kalian memiliki ego yang kecil, lalu kalian akan memiliki jin yg kecil. Jika kalian tidak berjuang terus dengan melawan Egomu setiap saat,maka kalian tidak akan selamat dari kejahatan setan.

Kulluha sharrun bi sharr. Jangan percaya pada, “Seluruh kejahatan yang ada dalam kejahatan.” Ego kalian adalah seluruh kejahatan yang ada dalam kejahatan. Karena tidak ada celah kecil bagi kebaikan didalamnya. Ketika kalian mulai untuk memotongnya, melawannya, memotongnya, dan perjuangan kalian dengannya semakin berkurang,

Kalian menyemir hati kalian, menggosoknya hingga nafsu kalian menjadi nafs al-mutma’inna – Jiwa yang tenang, damai. Hati kalian menjadi Hidup dan kalian menjadi muda kembali dan mulai mendengarkan apa-apa yang Allah katakan. Jin kecil yang selalu membisikkan ego tadi, jika kalian berperang melawannya maka dia akan kabur dan tidak akan duduk lagi ditelingamu.

Jadi ada diantara kita yang memiliki jin yang kecil ataupun jin yang besar. Bila kita memiliki jin yang besar. Wahai muridku, “Jangan katakan jin yang kecil pada Egomu. Jangan! Karena itu adalah besar. Kulluha sharrun fi sharr. Jin itu sangat besar, kesemua dari itu adalah kejahatan dalam kejahatan.tidak ada jin yang kecil, semua itu sangat besar”.

Ketika kalian berjuang dan mengendalikannya, dan mungkin orang akan berkata, “Bagaimana aku mengendalikan egoku?” dia memberitahukanmu bagaimana mengendalikannya; yaitu jangan mengeluh. Jadi apapun keluhan yang datang kehatimu, “Si ini melakukan ini dan si anu melakukan itu, “Jika kamu tidak diam, dengan menerima dan pasrah dan jangan mengeluh, lalu hal itu akan mengendalikan Ego. Jika kalian membiarkannya lepas, kalian tidak akan bisa memegang seekor kuda. Karena akhirnya kuda itu akan menjadi liar dan pergi jauh dan kalian akan jatuh. Setiap kesalahan yang kalian lakukan, maka kalian akan jatuh.Lalu apa yang terjadi? Jika kalian menyemirnya dengan baik, maka egomu akan jatuh dan kalian akan tahu bahwa didalam ego tidak ada keuntungan yang dapat kalian raih.

Jadi nafsu adalah lilinnya setan dalam dirimu. Lalu kalian meniup cahaya lilin itu, meniupnya sampai tak ada lagi api, Lalu..kalian akan mencapai tingkatan nafs al-mardiyya, ya ayyhana nafsul mutmainna. Berpalinglah kepada Tuhanmu dan kalian akan diterima dan menggapai kedamaian, dan Allah akan puas denganmu.Kemudian Allah akan membukamu didunia ini, lalu maqam terbuka kembali dan mengembalikan Ego ketempatnya dia berasal.

“Wahai jiwa yang tenang” – kamu terhubung dengan realitas. Itulah mengapa Awliyaullah terhubung dengan realitas mereka ,karena kamu akan dengan mudah dapat terhubung. Hari ini mereka berkata, bahwa mereka terhubung satu sama lain melalui group sms, melalui handphone. Apa itu? Group pesan text sms, kirim satu sms kebanyak orang.mengirim satu sms yang menggapai setiap orang.

Dan bahkan sekarang mereka terhubung dengan facebook. Apa yg mereka lakukan ? “Jaringan social” yang tersebar keseluruh dunia.kalian tidak tahu siapa teman siapa. Efek domino. Jika itu dapat terjadi, apakah Awliyaullah tidak dapat menghubungkan segala sesuatu yang rahasia? Pada mereka yang tidak lagi menjadi rahasia. Awliyaullah dapat melihatmu dimana saja, jadi apakah kita inginkan itu atau inginkan facebook? Apakah kau taruh photomu di facebook? Saya melihat photo Ali. Dia mengirimkannya keseorang teman,yang kemudian mengirimkannya ketemannya yang lain, lalu ketemannya lagi, Sekarang photo Ali ada dimana-mana.

Ketika kamu lakukan hal itu, itu adalah Maqam al-Wilayah, Level kewalian, dan ketika kamu mengembalikan pada asalnya itu akan menjadi bersih dan tidak akan tergantung pada siapapun atau pada makhluk yang Allah swt ciptakan, dan hanya tergantung pada Allah. Pada saat itu kamu dapat memberikan sebuah nama setelah nama Sayyidina Ibrahim as, sebagai Ayah dari semua ruh yang telah tersucikan dan hanya bergantung semata-mata kepada Allah.

Ketika Nabi Ibrahim as berjuang dan Namrud melemparkannya kedalam api – Sayyidina Ibrahim as adalah ayah dari para nabi, dia tidak bisa keluar dari api itu, tetapi Allah menunjukan kepada kita jika Nabi Ibrahim as dapat berjalan keluar maka dia berjalan dengan Egonya. Tetapi kepasrahan untuk duduk ditempat didalam api, jika kamu selamat maka kamu akan selamat, jika tidak “kamu datang padaku. Lalu apa yang terjadi padanya ? Nabi Ibrahim as begitu damai – saakin. Tetap tidak bergerak,tidak seperti ikan keluar dari lautan. Hatinya tetap pada tingkatan Mencintai Allah dan Kehadirat keilahiahan- Nya.

Awliyaullah berkata tidak ada satu makhlukpun yang Allah ciptakan yang tidak mendatangi Nabi Ibrahim as dan menawarkan bantuan padanya. Seluruh makhluk yang dapat kalian bayangkan diseluruh alam raya ini,seluruh ciptaan-Nya. Mereka mendatangi Nabi Ibrahim as satu persatu, yang Allah telah kirimkan padanya, satu menit baginya adalah satu tahun , dua tahun, 10 tahun,100 tahun. Namun Dimata Namrud itu Cuma satu menit, tapi bagi nabi Ibrahim as itu adalah waktu baginya untuk didatangi oleh seluruh makhluk dan menawarkan bantuan untuk menyelamatkannya, mereka tidak menunda untuk mendatangi Nabi Ibrahim as. Jin,manusia, malaikat, pimpinan dari malaikat, ciptaan diatas bumi ini, bahkan planet tata surya mereka mendatanginya dan berkata, “Kami akan menghancurkan Namrud untukmu. Terimalah!”

Apa Jawaban Nabi Ibrahim as. `ilmahu bi haali yughninni `an suwali – “Seseorang yang tahu tingkatanku, membuat aku tidak memerlukan sebuah permintaan”. Dia tahu apa yang kumau.lalu kenapa aku harus meminta? Apakah Dia tidak tahu aku berada didalam api ini? Kenapa kalian datang.untuk apa? Apakah DIA mengirim kalian? Jika DIA mengirimkanmu, aku tak membutuhkanmu, aku membutuhkan- Nya.Lalu kenapa aku harus meminta?” Lalu Nabi Ibrahim as diam,menunggu nasibnya.

Itulah tingkatan dari sakina – dia tidak mengeluh. Dan dia mengalami semuanya yang telah kami jelaskan.Hatinya begitu damai.Ketika dia telah mencoba seluruhnya dan terlihat bahwa Nabi Ibrahim as ada dalam kepasrahan total kepada Tuhannya, bagaimana api dapat membakarnya sekarang?.Api hanya membakar mereka yang takut. Tetapi untuk mereka yang tidak takut, api tidak dapat membakar mereka.

Aku akan memberikanmu sebuah contoh, kalian lihat orang-orang yang berjalan diatas api. Kenapa mereka tidak terbakar? Adalah .karena rasa takut akan api telah hilang dari hati mereka, dan mereka membangun kekuatan untuk melawan api jadi ketika mereka berjalan diatas api, api tidak dapat melukai mereka. Dan itulah sebabnya kalian melihat mereka berjalan atau berlari diatas api, Beberapa muslim dan non muslim.dinegara muslim kalian lihat mereka dari tariqah Rifa’I melakukan itu dan di India kalian lihat non muslim melakukan itu.

Bagaimana api akan membakar Sayyidina Ibrahim as ketika dia telah mencapai puncak dari kepasrahan, Jadi mereka dapat berjalan diatas api. Ketika dia telah mencapai kepasrahan, tidak seperti yang berjalan diatas api, tetapi seluruh tubuh dan hatinya ada dalam kepasrahan dan penyerahan diri.untuk beberapa orang, maka api tunduk pada mereka, tetapi untuk Nabi Ibrahim as, Dia pasrah dan menyerahkan dirinya pada Allah dan lalu api itu menjadi dingin dan damai kepadanya.

Dia dengan segera menerima dukungan Allah.dukungan Allah akan datang pada orang-orang yang sabar.Siapa yang sabar, maka dukungan Allah akan mendatanginya. Allah berfirman dalam Qur’an Suci:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Inna Allah yuwaffa as-sabireen ujoorahum bi ghayri hisaab.
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas!” [39:10]

Allah akan memberikan pahala yang melimpah pada mereka yang bersabar. Bersabarlah maka kalian akan mendapatkan pahala yang melimpah. Sayyidina Ibrahim as mendapatkan pahala yang melimpah karena dia bersabar. Lalu apa lawan dari `itiraad, yaitu Bersabarlah. Apa yang dapat diambil dari pelajaran kali ini, la ta`tarid, bal asbur. Jangan keberatan, Jangan Mengeluh, Bersabarlah…

Wa min Allah at-Tawfiq, Bi hurmatil Fatiha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: