Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Ekonomi Islam Dimulai dari Diri Sendiri

Posted by yananto pada Minggu, 7 September 2008

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa pelaksanaan syariah Islam harus dimulai dari diri kita sendiri. “Sebagus apapun sistem ekonomi Islam kalau tidak didukung oleh umat Islam sendiri maka sistem itu tidak akan berkembang,“ katanya saat berkunjung ke kantor Bank Muamalat Cabang Bengkulu akhir pekan silam.

Dia berpesan agar masyarakat Muslim dapat memanfaatkan jasa layanan dari perbankan syariah, termasuk Bank Muamalat, dengan sebaik-baiknya. “Ini merupakan upaya untuk melaksanakan ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh). Sebaliknya bank syariah pun harus dapat meningkatkan kinerjanya dengan terus memberikan layanan yang prima kepada nasabahnya,“ tandasnya.

Dalam kunjungannya tersebut Hidayat Nur Wahid berkenan menjadi nasabah tabungan Shar-E Bank Muamalat Cabang Bengkulu. Manajer BMI Cabang Bengkulu Okky Sukardian mengatakan tanggapan dan minat masyarakat Bengkulu terhadap perbankan syariah cukup tinggi. Hal ini tergambar dari kinerja Bank Muamalat sendiri yang baru beroperasi sekitar satu tahun di Bengkulu namun sudah berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 36 miliar dan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 52 miliar. Dengan kondisi tersebut, BMI Bengkulu sudah dapat mencapai titik impas dalam jangka waktu delapan bulan saja.

Demikian juga dengan penjualan kartu Shar-E, produk inovasi terbaru Bank Muamalat yang bekerja sama dengan PT Pos. Sejak diluncurkan pada bulan September 2004 telah terjual 300 kartu. Dengan angka penjualan tersebut Kantor Pos Bengkulu menduduki peringkat 1 (pertama) penjualan kartu Shar-E se Sumatera dan peringkat 5 (kelima) secara nasional.

Okky menjelaskan, ide dasar diciptakannya produk tabungan Shar-E oleh Bank Muamalat Indonesia adalah dilatarbelakangi oleh begitu banyaknya umat Islam yang loyalis bank syariah, namun tidak dapat terlayani oleh bank syariah yang ada. Penyebabnya, terbatasnya jaringan kantor bank syariah dan juga tersebarnya calon nasabah tersebut dalam komunitas-komunitas kecil di setiap daerah.

Untuk itu, diperlukan satu produk layanan yang fleksibel dan mudah diperoleh di mana saja dan mudah dipergunakan. “Atas dasar itulah maka Bank Muamalat Indonesia menciptakan produk tabungan Shar-E dan bekerja sama dengan PT Pos yang tersebar diseluruh pelosok tanah air untuk pemasarannya,“ tutur Okky.

Sumber : Republika, Senin 20 Desember 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: