Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Hadits Nabi Isa dan Al-Mahdi Akan Turun Palsu?

Posted by yananto pada Sabtu, 9 Agustus 2008

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Cerita itu memang tidak ada di dalam kita suci Al-Quran, tetapi berita itu ada di dalam hadits nabi. Dan tidak benar kalau dituduhkan bahwa hadits-hadits yang terkait dengan turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam sebagai hadits yang lemah atau dhaif.

Hadits-hadits itu kuat dan sanadnya bersambung, sehingga baik Al-Imam Al-Bukhari maupun Al-Imam Muslim, keduanya maestro kritik hadits, tegas mencantumkan hadits-hadits yang menceritakan tentang kedatangan Al-Masih Isa dan Al-Mahdi, bahkan juga termasuk Dajjal.

Tinggal kita, apakah kita termasuk umat Islam atau bukan. Kalau kita mengaku muslim, maka hadits nabi punya kedudukan kuat sebagai sumber ajaran Islam bersama dengan Al-Quran. Akan tetapi kalau kita bukan muslim, maka kita tidak perlu percaya kepada hadits nabi.

Orientalis dan Ingkarussuannah

Memang terkadang kita menemukan tulisan para orientalis yang tidak percaya kepada hadits. Sehingga kedudukan hadits nabi oleh para orientalis kafir seringkali dipermasalahkan. Ada-ada saja ulah mereka untuk membuat umat Islam jadi murtad lewat mengingkari hadits nabi.

Ada juga kalangan yang pada hakikatnya adalah ingkarussunnah, yaitu paham sesat yang tidak percaya kepada hadits nabi, bersikap yang sok tahu menuduh bahwa hadits nabi baru ditulis 300 tahun setelah nabi wafat.

Ada juga yang mendiskreditkan shahabat tertentu lalu mengingkari hadits yang beliau riwayatkan. Mereka bilang bahwa Abu Hurairah itu banyak memalsu hadits karena terlalu banyak hadits yang diriwayatkannya, sementara Abu Bakar yang hidup sejak awal bersama nabi, tidak banyak hadits yang diriwayatkannya.

Ada juga yang memfitnah bahwa kitab yang dianggap shahih seperti Ash-Shahih karya Al-Imam Al-Bukhari banyak mengandung hadits lemah dan palsu. Apalagi dengan kitab hadits lainnya.

Dan seterusnya dan seterusnya, tuduhan dan fitnah terus dihujamkan oleh para musuh Allah SWT langsung ke ulu hati yang paling dalam. Tepat mengenai sasaran empuk, yaitu umat Islam yang lemah iman dan kurang ilmu. Tidak kenal ulama dan kurang mengerti asas-asas agama Islam.

Mereka ini adalah saudara-saudara kita yang perlu kita kasihani, perlu kita bimbing dan perlu kita ajak duduk bersama untuk belajar agama Islam dengan benar, mengambil agama ini langsung dari sumber mata airnya, bukan dari comberan yang berisi sampah orang kafir.

Mereka perlu belajar Islam ini mulai dari dasarnya yang kokoh, yaitu tentang sumber-sumber ajaran Islam. Tentang Al-Quran dan tentang Al-Hadits. Agar tidak mudah digoyah oleh musuh Islam dan tertipu mentah-mentah.

Mantan Pendeta Tidak Percaya Hadits Nabi

Anehnya dan lucunya, ada seorang mantan pendeta atau biarawati yang masuk Islam, tapi seringkali ceramah ke sana kemari menyebarkan paham sesatnya, yaitu mengingkari kedatangan nabi Isa ‘alaihissalam. Entah apa motivasinya, tidak begitu jelas.

Kalau seandainya klaimnya itu berangkat dari keawamannya terhadap ajaran Islam, kita bisa mengatakan alhamdulillah. Sebab semua itu bukan kesengajaan, tetapi karena keawaman, kebohohan dan ketidak-mengertian.

Asalkan orangnya tawadhu’, tahu diri dan sadar bahwa dirinya muallaf, kurang paham ilmu hadits, tidak mengerti bahasa Arab, tidak pernah duduk di bangku kuliah fakultas ushuluddin juruan akidah, masalahnya mudah. Obatnya tinggal belajar dan belajar lebih dalam. Jangan cuma ceramah ke sana kemari tidak pakai ilmu.

Konyolnya, ada saja segolongan dari umat Islam yang minta dirinya ceramah. Masak seorang yang baru masuk Islam, tidak punya ilmu, diminta ceramah mengajarkan orang yang sudah masuk Islam sejak bayi? Apa tidak terbalik?

Tapi kalau ternyata semua itu kesengajaan, ingin mengacak-acak ajaran Islam yang sudah terlanjur baku dan didukung dengan dalil-dalil yang kuat, disepakati oleh para ulama, maka kita harus istighfar. Ternyata lagi-lagi umat Islam disusupi oleh kaki tangan orientalis yang pura-pura masuk Islam, lalu mengacak-acak isi ajaran Islam, lewat kebohodan dan keawaman umat Isla sendiri. Naudzubillahi min dzalik

Hadits Tentang Datangnya Nabi Isa ‘alaihissalam

Ada begitu banyak hadits nabawi yang shahih dan kuat secara riwayat, yang isinya menceritakan tentang kedatangan nabi Isa ‘alaihissalam di akhir zaman nanti.

Kedatangannya tidak akan merusak tatanan dan peran nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Sebab Isa tidak datang sebagai nabi atau rasul, tetapi sebagai seorang umat Muhammad SAW. Beliau akan shalat dan berpuasa seperti kita, bahkan beliau akan pergi haji ke Makkah bukan ke Betlehem.

Lebih dari itu, beliau akan merobohkan salib dan gereja yang selama ini telah mengkhianati ajaran asli yang beliau ajarkan.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as) menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi harta… (HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa)

Hadits ini bukan hadits lemah apalagi palsu. Hadits ini hadits yang shahih, yang menshahihkannya adalah orang yang telah disepakati oleh para ulama hadits kelas dunia sepanjang sejarah. Beliau adalah Al-Imam Muslim, level kedua setelah Al-Bukhari.

Kitab Shahih Muslim ini disepakati oleh para ulama sepanjang zaman sebagai kitab tershahih ketiga setelah Al-Quran dan Shahih Bukhari. Jadi mengingkari isi hadits yang telah dishahihkan oleh Imam Muslim adalah kebodohan fatal, yang tak termaafkan.

Selain itu masih banyak hadits lainnya:

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi Isa, “Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami.” Namun Nabi Isa menjawab, “Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri. Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini.” (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi)

Rasulullah SAW bersabda:

Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam.”

Untuk lebih dalamnya pembahasan ini, silahkan merujuk pada kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir. Juga buku Asyrotus-Saa’ah (Tanda-tanda kiamat) karangan Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil serta An-Nihayah Fil Fitan Wal Malahim (fitnah dan huru hara) karya Ibnu Katsir.

Wallahu a’lam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

[Sumber: http://www.eramulim.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: