Yananto Mihadi

Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat, Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Arsip untuk ‘Jihad’ Kategori

Hasrat Berjuang

Ditulis oleh yananto di/pada Minggu, 25 Januari 2009

Oleh :. Ahmad Feri Firman

Alhamdulillah wa shalatu wa salamu ala Rasulillah wa alaa aalihi wa shahbihi wa man waa laah.

Wa ba’du.

“Ketahuilah bahwa syari’at itu fondasi, sedangkan sulthon(pemerintahan) adalah penjaganya. Sesuatu tanpa fondasi akan runtuh dan sesuatu tanpa penjaga akan hilang” –Imam Al-Ghazali–

Ikhwah sekalian,

Bagi kaum Muslimin memiliki sebuah negara yang di dalamnya setiap individu bebas mengekspresikan nilai-nilai Ilahiyah dan bebas melaksanakan syariat Islam, merupakan cita-cita yang harus terpatri dalam lubuk hati. Hal itu merupakan konsekuensi kesediaan kita sebagai manusia menerima amanah sebagai khalifah fil ardh. Tanpa adanya negara yang berpihak kepada Islam, akan sulit bagi tiap individu muslim untuk menunaikan nilai-nilai ilahiyah dan melaksanakan syari’at Islam secara lengkap. Karena banyak persoalan dalam Islam yang memerlukan otoritas negara.
Sahabat Utsman bin Affan dalam sebuaah Atsar mengatakan;

“Sesungguhnya Allah menjalankan (aturan Islam) dengan sulthon (kekuasaan) terhadap apa yang tidak bisa dijalankan dengan Al-Qur’an”


Dr Yusuf al-Qardhawi menegaskan dalam Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna, bahwa ”Pemerintahan yang Islami merupakan kewajiban syar’i dan sekaligus kebutuhan ummat manusia”.

Artinya negara dan pemerintahan adalah bagian dari agama yang tidak dapat diabaikan. Implikasi pengabaian kekuasaan dan negara sama dengan mengabaikan agama itu sendiri baik sebagai pribadi ataupun kelompok.

Sejak tahun 1998 gerakan dakwah telah meluaskan wilayah kerjanya dengan masuk ke kancah perjuangan politik dalam bentuk partai politik sebagai langkah awal menuju cita-cita terbentuknya negara sebagaimana disebutkan di atas. Sebagai partai dakwah PKS mewaspadai demokrasi rekayasa dan tidak subtantif yang bersifat dekoratif karena itu sama saja dengan kekuasaan yang cacat (despoils). Tentu kita masih mengingat dengan jelas kisah ABG (ABRI, birokrat, dan Golkar) di zaman Orde Baru sebagai barisan yang diciptakan untuk merekayasa politik dan pemilu.
Dinamika politik berpusat pada proses dan pelaksanaan pemilu, karena melalui pemilu inilah kekuasaan mendapatkan legitimasi politik. Oleh karena itu PKS memandang sangat penting mengerahkan seluruh potensi untuk ikut terlibat dan sekaligus mengawal pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. Artinya bahwa seluruh kader dimanapun berada harus antusias mengikuti dan mendukung arahan-arahan partai, karena pengabaian terhadap pemilu sama saja dengan mengabaikan target perjuangan dakwah yang dicita-citakan.
Namun dalam pelaksanaannya di lapangan banyak sekali persoalan yang menghadang, baik yang dilakukan oleh kader internal karena kurangnya pemahaman ataupun yang secara sistematis direkayasa oleh pihak luar. Hal seperti itu seharusnya kita sadari bahwa pihak lain selalu berusaha mengintai dan mencari kelemahan partai sehingga dapat digunakan untuk menyimpangkan dan melemahkan perjuangan para kader.
Di antara hal yang sering membuat perjuangan mandul adalah persoalan internal, yaitu para kader yang terserang penyakit ragu sehingga menghilangkan Hasrat berjuang (ruhul Jihad). Padahal hasrat berjuang merupakan modal utama yang harus dimiliki kader dakwah dalam menjalankan tugas-tugasnya, menurut syeikh Muhammad Jamaludin Ali Mahfudz. Ada tiga model orang yang terkena serangan kondisi seperti ini, pertama; mereka yang sangat minim pengetahuan. Sehingga mereka tidak memiliki kesadaran dalam menjalankan aktifitasnya dalam politik dan tahapan-tahapannya, bahkan sebagian mereka merasa heran mengapa ada aktivis dakwah lain yang begitu gigih menjalankan program partai dan kegiatan kampanye padahal dia bukan Calon Anggota Legislatif (CALEG).

Suatu ketika Rasulullah ingin mengangkat semangat para sahabatnya dalam ketaatan terhadap perintah Allah dan Rasulullah; maka beliau menceritakan tentang perbedaan ummat Rasulullah dan ummat Nabi Isa dalam berjuang. Ummat Rasulullah dan ummat Nabi Isa, keduanya tunduk kepada perintah Rasul dan Nabinya. Ummat Nabi Isa menerima perintah dengan wajah senyum dan menatap ke depan pada saat diperintah ke medan yang subur dan sejuk, sementara bila diperintah ke medan yang panas dan gersang, mereka akan bermuka masam dengan kepala merunduk hingga seolah-olah hendak menyentuh lututnya. Sedangkan sebaliknya ummat Rasulullah akan tetap tersenyum dan menatap ke depan ke mana pun mereka diperintahkan, baik ke medan yang gersang ataupun medan yang sejuk lagi subur.

Seperti itu pula seharusnya seorang aktivis yang bekerja dengan pengetahuan cukup, tidak mengukur sesuatu hanya berdasarkan pertimbangan menguntungkan bagi dirinya atau tidak, tidak pula karena pujian dan ucapan terima kasih dari orang lain. Dia akan bekerja karena Allah swt semata.

Imam Syahid Hasan Al-Banna telah mengisyaratkan dalam Ushul ‘Isyriin (Prinsip Dua Puluh) bahwa di samping prinsip negara dan tanah air, juga ada prinsip pemerintah serta ummat Islam secara keseluruhan. Artinya persoalan politik adalah persoalan eksistensi Islam dan ummat Islam, persoalan yang menghajatkan keterlibatan seluruh kader dalam politik dan kewajiban ini tidak dapat di abaikan begitu saja. Rasulullah mengatakan dalam sebuah hadits; “man lam yahtam bi amril mu’minin fa laisa minhum” Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan ummat Islam, maka dia bukan bagian dari mereka (kaum muslimin).

Kedua; sebagian kader yang mulai enggan hatinya untuk berjuang karena terganggu oleh ejekan, propaganda, dan hasutan kelompok lain yang dengan sengaja menguras habis hasrat berjuang para kader aktifis dakwah. Mereka dibombardir dengan berbagai informasi yang bias sehingga membuat mereka bersikap defensive serta sibuk mencari dalil untuk membela diri dan lupa pada fokus perjuangannya. Dalam konteks seperti ini para kader harus menyadari sepenuhnya bahwa pertempuran politik pada hakekatnya adalah pertempuran psikologi. Pertempuran yang menyerang mental manusia dengan target hancurnya hastrat berjuang para pembelanya.
Aktivis yang terkena serangan seperti ini akan melakukan aktivitas partai dengan malu-malu. Setiap kali emosinya hilang-timbul sesuai dengan gelombang serangan propaganda kelompok lain dibarengi dengan krisis kepercayaan terhadap jamaah. Pertanyaan dan jawaban yang berkembang seperti awan hitam berkelindan menutup cahaya. Digambarkan dalam Al-Quran seperti seorang dalam kegelapan hujan disertai petir dan kilat, mereka menyumbat telinganya dengan jari-jarinya karena takut mati.

Ketiga; Model aktifis yang ketiga adalah mereka yang hasrat berjuangnya tidak padam karena halangan, bahkan semakin kuat dan tajam namun arah perjuangannya melenceng tidak sesuai sasaran. Hasrat berjuang yang begitu besar tersebut justru diarahkan untuk menyerang saudaranya sendiri. Menurut istilah Syeh Yusuf Qordhowi mereka telah rusak pemahamannya terhadap perjuangan dakwah, bahkan mereka telah terbalik dalam hal prinsip-prinsipnya.

Mereka memiliki sifat yang mudah panik dan pengecut. Ejekan kelompok lain yang tak berdasar menjadi hujjah mengumpat mencaci dengan lidahnya yang sangat tajam sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Ahzab 19.

“Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu akan lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”
(AL-Ahzab : 19).

Hanya karena perbedaan kecil (furu’), mereka rela dakwah ini kalah hanya untuk membuktikan kebenaran pendapatnya. Mereka telah memberi peluang kemenangan bagi kelompok lain yang lebih jauh dari nilai-nilai Islam. Mereka berada dalam barisan dakwah akan tetapi turut menghancurkan hasrat berjuang saudaranya yang lain.

Di samping persoalan internal juga persoalan eksternal khususnya adanya praktek manipulasi dalam proses pemilu. Yaitu usaha usaha ilegal pada proses pemilihan baik yang di sebut money politic, atau penggelembungan suara. Dan bila hal ini terjadi sangat dimungkinkan hasil perjuangan seluruh kader baik tenaga, waktu, dan dana akan hilang percuma.

Sebenarnya partai telah berusaha untuk mempersiapkan diri menghadapi itu semua, tapi tentu saja harus mendapat dukungan dari seluruh kader dan pendukung. Khususnya mobilisasi keamanan dan saksi pada H-2 hingga pada hari H pemilihan umum. Sadarilah bahwa pemilu adalah jihad kita dalam rangka menegakkan kekuasaan yang sesuai dengan cita-cita kita sebagai kaum muslimin. Dan bila kita yakin bahwa pemilu adalah jihad, maka berjaga di hari-hari pemilu dapat digolongkan Ribath. Dan apapun pendapat kita tentang hal ini, semoga hadits berikut menambah semangat kita dalam mengawal hasil kerja keras seluruh kader dan simpatisan.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma beliau bersabda.

“Maukah kalian aku beritahu dengan suatu malam yang lebih baik dari lailatul qadar ? Yaitu orang yang hirosah (ribath/berjaga) di daerah yang ditakuti, karena barangkali tak akan kembali kepada keluarganya.”

Marilah kita berjuang hanya karena Allah semata. Dan bila prinsip ini dijalankan bersama insya Allah secara perlahan tapi pasti ancaman dan gangguan akan sirna. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Syekh Taufiq Yusuf Al-Wa’iy; “Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui bahwa Ikhwanul Muslimun telah dan terus bekerja dengan hanya mengharap ridla Allah, tidak menunggu ucapan terima kasih dan balasan dari seorangpun. Mereka yakin bahwa ketika mereka bekerja, mereka tengah melakukan sebagian dari kewajiban yang di tuntut Islam dari putra-putranya, meskipun masih banyak kekurangannya di sana-sino.”

Wallahu a’lam bishowab.

Ditulis dalam Bahan Tarbiyah, Jihad, Oase-Iman, Ringan Berbobot | Leave a Comment »

Perang Belum Usai!!!

Ditulis oleh yananto di/pada Sabtu, 24 Januari 2009

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus para Rasul dengan membawa hujjah yang nyata untuk mengajak umat manusia bangkit dari kebodohan dan keraguan menuju ilmu dan keyakinan, dari kegelapan syirik menuju cahaya tauhid, dari pahitnya kekafiran menuju manisnya iman. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi dan teladan akhir zaman Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semoga kita termasuk golongan pengikut beliau yang berjihad dengan hati, lisan dan anggota badan kita untuk menaklukkan hawa nafsu, godaan syaithan serta rongrongan musuh-musuh dari kalangan manusia seperti kaum ahlul bida’ wal ahwaa’. Amma ba’du.

Saudaraku, semenjak iblis la’natullah ‘alaih membangkang perintah Allah untuk sujud kepada ayahanda kita Adam ‘alaihis salam maka sesungguhnya era peperangan antara hamba-hamba Ar-Rahman melawan iblis dan bala tentaranya sedang dikobarkan. Saudaraku, ingatkah engkau betapa pahit hukuman yang harus dirasakan oleh ayah dan ibu kita gara-gara ulah iblis dengan rayuan palsunya. Saudaraku, iblis tidak menawarkan sesuatu yang jelek dan menjijikkan kepada mereka berdua. Akan tetapi dia menawarkan keabadian dan kelezatan kepada mereka. Walaupun pada hakikatnya kesenangan yang ditawarkannya adalah kesenangan yang menipu. Saudaraku seperjuangan, tidak tanggung-tanggung, ternyata iblis sejak diusir dari surga sudah memancangkan tekad kuat dan berani bersumpah di hadapan Rabb tabaaroka wa ta’ala untuk bekerja keras menyesatkan seluruh umat manusia. Dengarkanlah apa yang dikatakannya, “Demi kemuliaan-Mu (ya Allah) sungguh aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.” Duhai saudaraku, iblis sudah mengobarkan api peperangan kepada kita. Lalu mengapa kita masih terlena dengan kesenangan-kesenangan yang menipu. Waktu kita terbuang sia-sia, energi kita terforsir untuk hal-hal yang tidak bermakna, pikiran kita larut dalam buaian angan-angan kenikmatan semu yang akhirnya menyeret kita ke jurang dosa dan maksiat. Sehingga hari demi hari yang tercatat dari hati kita adalah maksiat, yang keluar dari lisan kita adalah kesia-siaan atau dosa, dan gerak-gerik tubuh kita pun demikian. Sehingga semua yang kita miliki tidak keluar dari empat kategori:

Pertama, kita gunakan untuk beramal tapi tidak ikhlas.

Kedua, kita gunakan untuk hal-hal yang tidak berguna atau sia-sia.

Ketiga, kita gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya.

Keempat, kita gunakan untuk melakukan amal ikhlas dan sesuai petunjuk Nabi-Nya.

Kondisi Medan Sebenarnya

Saudaraku, di manakah posisi kita… Apakah kita termasuk orang yang selalu berada di barisan orang-orang yang beramal shalih dengan ikhlas dan sesuai petunjuk Nabi-Nya dalam setiap perjalanan waktu yang kita lalui???!!! Tanyakan kepada dirimu sendiri… Lihatlah waktumu yang berlalu dengan terbuang percuma. Di atas tempat tidurmu, di atas tempat dudukmu, di atas kendaraanmu, di depan komputermu, di dalam bilik warnet, di dalam kamarmu, di antara teman-teman sepergaulanmu, di antara orang-orang asing yang tidak mengenalimu. Wahai, saudaraku… detik demi detik berlalu sementara iblis dan bala tentaranya mengintaimu dari tempat yang tak tampak olehmu. Mereka lancarkan tipu daya, propaganda, bisikan dan ancaman untuk bisa menyeretmu ke jurang kehancuran dunia dan akhirat. Mereka ingin agar engkau condong dan larut dalam godaan syahwat. Mereka ingin agar engkau tenggelam dalam kerancuan pemikiran dan aqidah yang sesat. Mereka ingin agar engkau menjauh dari ilmu dan para ulama. Mereka ingin agar engkau malas menuntut ilmu agama. Mereka ingin agar engkau jauh dari kawan-kawan yang shalih. Mereka ingin agar engkau mengisi waktumu dengan maksiat dan kesia-siaan. Di atas tempat tidur engkau bermaksiat. Di atas kursi engkau bermaksiat. Di depan komputer engkau bermaksiat. Di dalam kendaraanmu kau pun bermaksiat. Dengan mata, engkau melihat perkara-perkara yang haram untuk dilihat. Dengan telinga, engkau nikmati suara-suara yang haram untuk didengar. Dengan lisanmu, engkau berkata-kata dengan pembicaraan yang haram dan mengundang dosa. Dengan kakimu engkau melangkah menuju arena maksiat. Dengan tanganmu engkau pun menyentuh sesuatu yang haram untuk kau jamah.

Saudaraku, iblis dan bala tentaranya sama sekali tidak akan menaruh belas kasihan kepadamu. Hari demi hari mereka jalani dengan rencana-rencana baru. Waktu demi waktu korban berjatuhan. Hati demi hati manusia mereka jajah dan cabik-cabik. Peperangan belum usai, saudaraku…!!! Kapankah kita sadar dengan tipu daya dan makar setan kepada kita. Di tengah waktu sibuk kita, setan pun datang menggoda kita. Di waktu senggang kita, setan pun datang untuk merayu kita. Dia datang dari depanmu. Dia datang dari sebelah kananmu. Dia datang dari sebelah kirimu. Dan dia datang dari belakangmu. Gempuran bertubi-tubi telah mereka lancarkan kepadamu. Sementara engkau lalai dan tidak menyadari sekian banyak ‘rudal’ dan ‘peluru’ telah membumihanguskan daerah kekuasaanmu. Musuh bercokol di balik benteng pertahananmu. Sementara pandanganmu kabur oleh kabut dosa dan angan-angan semu. Sementara musuhmu terus merangsek, maju dan memperisapkan taktik dan strategi baru. Saudaraku, siapakah panglima kita? Manakah peta pertempuran kita? Apakah yang bisa kita gunakan untuk membalas serangan mereka? Siapakah teman seperjuangan kita? Siapakah penunjuk arah yang akan membantu kita menempuh rute-rute kemenangan kita? Siapakah antek-antek musuh kita supaya kita tidak tertipu oleh penampilan mereka? Persiapkanlah, persiapkanlah senjatamu, siapkanlah bekalmu, atur strategimu, kumpulkanlah bala tentaramu, mari kita hadapi musuh-musuh itu dengan semangat jihad berapi-api, jihad menundukkan hawa nafsu, jihad melawan syaitan, jihad menundukkan kepentingan dunia, jihad dengan hujjah wal bayan, jihad dengan sabar dan keyakinan.

Jihad dan Hidayah

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Allah ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad di jalan kami sungguh Kami akan menunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabuut: 69)

Allah subhanahu mengaitkan petunjuk dengan jihad. oleh sebab itu orang yang paling sempurna petunjuknya adalah yang paling besar jihadnya. Dan jihad yang paling wajib adalah berjihad menundukkan diri, memerangi hawa nafsu, memerangi syaitan dan menundukkan dunia. Barang siapa yang berjihad melawan keempat hal ini di jalan Allah maka Allah memberikan petunjuk kepadanya jalan-jalan keridhaan-Nya yang akan mengantarkannya ke surga. Dan barang siapa yang meninggalkan jihad maka dia akan kehilangan petunjuk berbanding lurus dengan banyaknya jihad yang ditinggalkan. Al Junaid berkata, “Orang-orang yang berjuang menundukkan hawa nafsu mereka di jalan Kami dengan senantiasa bertaubat maka akan Kami tunjukkan kepadanya jalan-jalan menggapai keikhlasan. Tidak ada orang yang sanggup tegar melawan musuh secara fisik yang dihadapinya kecuali orang yang berhasil melawan musuh-musuh ini secara batin. Barang siapa yang mendapatkan pertolongan sehingga mampu mengalahkannya maka dia akan sanggup melawan musuh secara fisik. Akan tetapi barang siapa yang justru bertekuk lutut pada hawa nafsunya maka musuhnyalah yang akan mengalahkannya.” (Fawaa’idul Fawaa’id, hal. 177).

Syaitan, Musuhmu yang Nyata

Syaitan adalah musuh manusia, seperti yang difirmankan Allah ta’ala,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu maka jadikanlah dia sebagai musuh, sesungguhnya dia hanya akan menyeru golongannya untuk menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Faathir: 6)

Allah subhanahu juga berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلإنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Yusuf: 5)

Permusuhan syaitan melawan manusia sudah berlangsung sejak dahulu kala yaitu semenjak Allah ‘azza wa jalla menciptakan Adam ‘alaihi salam; karena syaitan menyimpan kedengkian kepada Adam ‘alaihi salam dan dia enggan untuk sujud kepadanya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah ‘azza wa jalla kepadanya dan dia berhasil mengelabuinya sehingga Adam terjatuh dalam kedurhakaan kepada Rabbnya dan akhirnya Adam dikeluarkan dari surga meskipun permusuhan antara syaitan dan manusia ini telah berlangsung sejak dahulu kala tapi ternyata kita dapatkan kebanyakan manusia telah melupakan permusuhan tersebut, dan mereka justru membenarkan syaitan, menyucikannya dan mencintainya dan menaatinya sebagai tandingan bagi Allah, bahkan mereka pun menyembahnya sebagai sekutu bagi Allah ‘azza wa jalla, sebagaimana yang difirmankan Allah yang artinya, “Bukankah Aku telah mengambil janjimu wahai anak keturunan Adam supaya kamu tidak menyembah syaithan, sesungguhnya dia adalah musuhmu yang nyata.”

Maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap hamba untuk terus menerus bersungguh-sungguh melawan syaitan dan memeranginya, dan menolak bisikan-bisikan serta bujuk rayunya dan jangan sampai dia bersamanya untuk berdamai atau memberikan loyalitas apapun, tetapi apabila dia telah terjerumus dalam tindakan menaatinya maka segeralah bertaubat, kembali kepada Allah dan meminta perlindungan kepada-Nya agar tidak terjerumus lagi ke dalamnya sebagaimana firman Allah ta’ala,

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-A’raaf: 200). (dinukil dari ‘Isyruuna ‘uqbatan fii thariiqil muslim).

Tingkatan Jihad Melawan Syaitan

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jihad melawan syaitan itu ada dua tingkatan, Tingkatan pertama, berjihad melawannya dengan cara menolak segala syubhat dan keragu-raguan yang menodai keimanan yang dilontarkannya kepada hamba. Tingkatan kedua, berjihad melawannya dengan cara menolak segala keinginan yang merusak dan rayuan syahwat yang dilontarkan syaitan kepadanya. Maka tingkatan jihad yang pertama akan membuahkan keyakinan sesudahnya. Sedangkan jihad yang kedua akan membuahkan kesabaran. Allah ta’ala berfirman,

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Maka Kami jadikan di antara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami karena mereka bisa bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajdah: 24)

Allah mengabarkan bahwasanya kepemimpinan dalam agama hanya bisa diperoleh dengan bekal kesabaran dan keyakinan. Kesabaran akan menolak rayuan syahwat dan keinginan-keinginan yang merusak, sedangkan dengan keyakinan berbagai syubhat dan keragu-raguan akan tersingkirkan.” (dinukil dari ‘Isyruuna ‘uqbatan fii thariiqil muslim).

Mintalah Pertolongan Allah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Seorang hamba, sebagaimana dirinya senantiasa memerlukan Allah untuk memberikan pertolongan kepadanya, mengabulkan do’anya, memberikan permintaannya serta memenuhi segala kebutuhannya maka dia pun sangat membutuhkan Allah untuk membimbingnya untuk meraih hal-hal yang berguna baginya dan hal-hal yang ingin dicapai dan diharapkannya. Sesuatu yang harus didapatnya itu adalah perintah, larangan dan syariat. Karena jika seandainya kebutuhan yang dicari dan diinginkannya itu adalah sesuatu yang tidak berguna baginya maka tentunya hal itu justru mendatangkan bahaya baginya. Meskipun ketika dia merasakannya dia mendapatkan kenikmatan dan sedikit manfaat akan tetapi yang dijadikan patokan adalah manfaat yang murni atau yang lebih dominan. Hal ini telah disampaikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya melalui perantara para Rasul dan Kitab-KitabNya. Para Rasul mengajarkan, menyucikan dan memerintahkan mereka dengan hal-hal yang berguna untuk mereka. Para Rasul pun melarang mereka dari hal-hal yang membahayakan diri mereka. Mereka menerangkan kepada umat bahwa sesungguhnya apa yang mereka cari dan harapkan serta sosok yang semestinya mereka ibadahi hanya Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Sebagaimana Allah semata Rabb dan Pencipta mereka, dan apabila mereka meninggalkan ibadah kepada-Nya atau mempersekutukan sesuatu dengan-Nya maka pastilah mereka akan mengalami kerugian yang sangat nyata dan sangat jauh tersesat. Meskipun mereka memiliki kekuatan, ilmu pengetahuan, kedudukan, harta dan lain sebagainya (meskipun dalam hal itu pun mereka juga sangat miskin di hadapan Allah, senantiasa butuh pertolongan Allah untuk bisa mendapatkannya dan mereka juga mengakui rububiyah-Nya) maka pada hakikatnya itu semua akan mengundang bahaya dan mereka kelak akan menempati seburuk-buruk tempat kembali dan rumah yang terjelek (neraka)…” (Majmu’ Fatawa, Islamspirit.com, freeprogram).

Mintalah Petunjuk dari Allah

Syaikhul Islam rahimahullah berkata, “Seorang hamba senantiasa berhajat terhadap hidayah Allah menuju jalan yang lurus. Maka dari itu dia sangat memerlukan tercapainya maksud di balik doa ini. Karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari azab dan bisa menggapai kebahagiaan kecuali dengan hidayah ini. Barang siapa yang kehilangan hidayah maka dia akan termasuk golongan orang yang dimurkai atau golongan orang yang sesat. Dan petunjuk ini tidak akan diraih kecuali dengan petunjuk dari Allah. Ayat ini pun (Ihdinash-shirathal mustaqim) menjadi salah satu senjata pembantah kesesatan mazhab Qadariyah.

Adapun pernyataan orang, “Sesungguhnya Allah telah memberikan hidayah kepada mereka (umat Islam) oleh sebab itu mereka tidak perlu meminta hidayah!!” beserta jawaban orang untuk pertanyaan itu bahwa “Yang dimaksud dengan ayat ini adalah permintaan agar hidayah itu terus menerus menyertai hamb”, maka itu semua merupakan ucapan orang yang tidak paham hakikat hukum sebab akibat dan tidak mengerti isi perintah Allah. Karena sesungguhnya hakikat jalan yang lurus (shirathal mustaqim) itu adalah seorang hamba melakukan perintah Allah yang tepat di setiap waktu yang dijalaninya baik hal itu ilmu maupun amal. Dan juga hendaknya dia tidak menerjang larangan Allah. Nah, hidayah semacam ini sangat diperlukan di setiap saat agar bisa berilmu dan beramal sebagaimana apa yang diperintahkan Allah serta meninggalkan larangan-Nya pada kesempatan tersebut. Dan hidayah itu pun dibutuhkan hamba agar bisa memiliki tekad yang bulat dalam rangka menjalankan perintah. Demikian pula halnya diperlukan rasa benci yang amat dalam agar bisa meninggalkan hal-hal yang dilarang. Apalagi ilmu dan tekad yang lebih spesifik ini sulit terbayang bisa dimiliki seseorang di saat yang sama. Bahkan pada setiap waktu hamba sangat membutuhkan pertolongan Allah untuk mengaruniakan ilmu dan tekad ke dalam hatinya sehingga dia akan bisa berjalan di atas jalan yang lurus.” (Majmu’ Fatawa, Islamspirit.com, freeprogram).

Muslim Perlu Petunjuk [?]

Memang benar bahwa seorang muslim telah memperoleh petunjuk global yang menerangkan bahwa Al Quran adalah benar, Rasul pun benar dan agama Islam adalah benar. Anggapan itu memang benar. Akan tetapi petunjuk yang masih bersifat global ini belumlah cukup baginya apabila dia tidak mendapatkan petunjuk yang lebih rinci dalam menyikapi segala perkara parsial yang diperintahkan kepadanya dan dilarang darinya di mana mayoritas akal manusia mengalami kebingungan dalam hal itu. Sehingga hawa nafsu dan syahwat mengalahkan diri mereka dikarenakan hawa nafsu dan syahwat itu telah mendominasi akal-akal mereka. Pada asalnya manusia itu tercipta sebagai makhluk yang suka berbuat zalim lagi bodoh. Sehingga sejak dari permulaan manusia itu memang tidak punya ilmu dan cenderung melakukan hal-hal yang disenangi oleh hawa nafsunya yang buruk. Oleh sebab itu dia selalu membutuhkan ilmu yang lebih rinci untuk bisa mengikis kebodohan dirinya. Selain itu dia juga memerlukan sikap adil dalam mengendalikan rasa cinta dan benci, dalam mengendalikan ridha dan marah, dalam mengendalikan diri untuk melakukan dan meninggalkan sesuatu, dalam mengendalikan diri untuk memberikan dan tidak kepada seseorang, dalam hal makan dan minumnya, dalam kondisi tidur dan terjaga. Maka segala sesuatu yang hendak diucapkan atau dilakukannya membutuhkan ilmu yang menyingkap kejahilannya dan sikap adil yang menyingkirkan kezalimannya. Apabila Allah tidak menganugerahkan kepadanya ilmu serta sikap adil yang lebih rinci -sebab jika tidak demikian- maka di dalam dirinya tetap akan tersisa kebodohan dan kezaliman yang akan menyeretnya keluar dari jalan yang lurus. Allah ta’ala berfirman terhadap Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam sesudah terjadinya perjanjian Hudaibiyah dan Bai’at Ridhwan,

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحاً مُّبِيناً لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطاً مُّسْتَقِيماً

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kemenangan kepadamu dengan kemenangan yang nyata.” hingga firman-Nya,”Dan Allah menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 1-2)

Kalau keadaan beliau di akhir hidupnya atau menjelang wafatnya saja seperti ini (tetap memerlukan hidayah-pent) lalu bagaimanakah lagi keadaan orang selain beliau? (Majmu’ Fatawa, Islamspirit.com, freeprogram).

Manfaatkan Waktu Sebaik-Baiknya

Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata, “Salah satu bukti kebijaksanaan takdir dan hikmah ilahiah yaitu barang siapa yang meninggalkan apa yang bermanfaat baginya, padahal memungkinkan baginya untuk memetik manfaat itu lantas dia tidak mau memetiknya, maka dia akan menerima cobaan berupa disibukkan dengan hal-hal yang mendatangkan madharat terhadap dirinya. Barang siapa meninggalkan ibadah kepada Ar Rahman, niscaya dia akan disibukkan dengan ibadah kepada berhala-berhala. Barang siapa meninggalkan cinta, harap dan takut kepada Allah maka niscaya dia akan disibukkan dalam kecintaan kepada selain Allah, berharap dan takut karenanya. Barang siapa tidak menginfakkan hartanya dalam ketaatan kepada Allah niscaya dia akan menginfakkannya dalam menaati syaitan. Barang siapa meninggalkan merendahkan diri dan tunduk kepada Rabb-nya niscaya dia akan dicoba dengan merendahkan diri dan tunduk kepada hamba. Barang siapa meninggalkan kebenaran niscaya dia akan dicoba dengan kebatilan.” (Tafsir surat Al Baqarah ayat 101-103, Taisir al-Karim ar-Rahman hal. 60-61).

Maka bergegaslah wahai saudaraku kerahkan kesungguhanmu, singkirkan debu-debu kebiasaan banyak tidur dan tinggalkan bermalas-malasan, raihlah apa yang sudah luput darimu dengan menuntut ilmu dan beramal, bebaskanlah dirimu dari kelemahan akibat berbuat jahat dengan bertaubat, menyesali dosa dan beristighfar dengan tekad yang tulus demi melepaskan diri dari rintangan-rintangan ini, satu demi satu. Sampai tidak tersisa lagi di hadapan syaitan kecuali rintangan teror dan intimidasi musuh-musuhnya kepadamu, dan rintangan yang satu ini tidak akan pernah ada orang yang bisa selamat darinya kecuali dengan kesabaran dan keyakinan dan dengan senantiasa memohon pertolongan kepada Allah ‘azza wa jalla serta berjuang melawan musuhnya, dan apabila hal itu bisa kau raih maka niscaya engkau akan mendapat anugerah martabat yang mulia dan derajat yang tinggi di surga Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa tinggal di dalam taman-taman surga dan sungai-sungai di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang berkuasa.” (QS. Al Qamar: 54-55). (dinukil dari ‘Isyruuna ‘uqbatan fii thariiqil muslim).

***

Penulis: Abu Muslih Ari Wahyudi
Murojaah: Ustadz Aris Munandar

Ditulis dalam Bahan Tarbiyah, Jihad, Muhasabah, Oase-Iman, Ringan Berbobot, Tausiyah | Leave a Comment »

Kami Tidak Tinggal Diam Wahai Palestina!!!

Ditulis oleh yananto di/pada Sabtu, 17 Januari 2009

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…

Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.

Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz –ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir sampai tulisan ini diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal diam. Baik perseorangan maupun lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syeikh Abdurrahman As Sudais mengecam dengan keras aksi serangan tersebut dalam khutbah jum’at mereka. Mereka dan umumnya para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akan kaum muslimin Palestina secara khusus. Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan pernyataan dalam menyikapi tragedi di Jalur Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk bantuan baik materi maupun moril/spirit.

Namun ada segelintir orang menutup mata dengan kenyataan ini dan berkomentar, “Saudi Arabia adalah negara yang takut dengan Amerika dan kurang memberikan bantuan yang konkrit kepada kaum muslimin di Palestina.” atau kalimat yang semisalnya.

Terhadap siapa saja yang berkomentar seperti di atas, saya katakan:

Apakah maksud Anda dengan kata ‘konkrit’ bahwa Anda menginginkan agar Pemerintah Saudi mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk menghantam pasukan Israel? Baiklah jika memang demikian, apakah Amerika akan tinggal diam? Padahal Allah berfirman (yang artinya), “…dan janganlah kalian menjatuhkan diri-diri kalian dalam kebinasaan…” (Qs. Al Baqarah: 195)

Taruhlah seperti apa yang Anda inginkan bahkan lebih dari itu -semua pemerintah negara muslim mengizinkan rakyatnya untuk berjihad ke palestina dan saya berhusnudzdzan Anda akan ikut serta di dalamnya-, maka Anda akan berjihad di bawah bendera siapa di Palestina? Di bawah bendera HAMAS kah? Atau berspandukkan AL FATH? Atau barangkali di bawah komando Jihad Islami Palestina (JIP)? Atau Anda memimpin laskar jihad yang Anda buat sendiri? Tahukah Anda bahwa jihad bukan hanya perkara mengucapkan dan meneriakkan, “…’Isy kariiman… aw Mut syahiidan…” (Hiduplah dalam kemuliaan atau matilah sebagai syahid)? Namun jihad membutuhkan seorang imam dan tandhim (taktik dan siasat perang). Dan yang lebih penting lagi, apakah Anda yakin bahwa masing-masing front/partai/hizb itu berperang untuk meninggikan kalimat Laa ilaaha illallaah? Qul Haatu burhaanakum in kuntum shaadiqiin.

Jika Anda mengatakan, “Kaum muslimin harus berada dalam satu barisan dalam menghadapi dan menyikapi Yahudi.”, maka saya tidak berbeda pendapat dengan Anda. Bahkan tidak ada dua orang muslim yang berselisih pendapat tentangnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya (yang artinya): “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. Ash Shaff: 4)

Namun bagaimana Anda bisa mempersatukan barisan kaum muslimin untuk berjihad, sedangkan di tengah-tengah mereka masih banyak kaum muslimin yang menyembah kuburan, menghambakan diri kepada dukun (dengan mematuhi persyaratannya atau menjalankan lelaku walaupun bertentangan dengan syari’at), paranormal (dengan membenarkan berita gaib yang sampai kepadanya), dan tukang pelet? Bagaimana pula halnya kalau kaum muslimin yang terjun di medan jihad, banyak di antara mereka yang memakai jimat, atau membaca mantera-mantera yang telah dirajah oleh mbah-mbah dukun supaya kebal senjata api dan agar tidak terdeteksi oleh radar?! Bagaimana Anda akan mempersatukan kaum muslimin dalam rangka jihad, kalau segolongan di antara mereka tidak akan berangkat perang sebelum melakukan thawaf (mengelilingi) kuburan seseorang yang dianggap wali? Atau bagaimana pula jika segolongan yang lain tidak akan berperang kalau yang menjadi imam bukan dari golongannya? Atau bagaimana kaum muslimin akan bersatu padu dalam medan jihad, kalau mereka ketika dikumandangkan seruan azan “Mari mencapai kemenangan…” 2x bermalas-malasan mendatangi masjid (terutama waktu fajr/shubuh)?

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pondasi segala sesuatu adalah Al Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih). Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah diri) kepada Allah dengan mentauhidkanNya, dan inqiyaad (patuh) dengan mentaatiNya, dan baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan pelakunya. Berdasarkan hadits ini, kaum muslimin tidak akan berhasil menggapai puncak kejayaan, jikalau pondasi dan tiangnya keropos.

Jika Anda bersikap adil, mengapa Anda hanya menggugat Saudi Arabia? Bukankah negara yang berbatasan dengan Palestina adalah Mesir, Yordania, Libanon serta Syiria? Seharusnya negara-negara tersebut yang paling mudah untuk mengirim pasukan-pasukannya mengepung dan meremukkan artileri dan infanteri Yahudi. Namun pertanyaan politis yang harus Anda jawab terlebih dahulu adalah: Apakah negara-negara Arab yang disebutkan terakhir (sebagai misal saja) politik luar negerinya merupakan politik anti Amerika???

Dalam lingkup yang lebih sempit, idealnya negara-negara Arab seharusnya bersatu dalam menyikapi tragedi berdarah tersebut. Namun, kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Buktinya salah satu negara yang berbatasan dengan Jalur Gaza menilai Hamas lah yang menyebabkan tragedi berdarah di kota yang berhadapan dengan laut Mediterrania (Al Bahru -l Mutawassith) itu. Sedangkan Saudi Arabia dan beberapa negara arab lainnya menilai Israel telah melakukan sesuatu yang tidak berprikemanusiaan. Lihatlah! Sesama negara Arab berbeda pandangan dan sikap. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang baru. Telah terjadi jauh sebelumnya pengkhianatan di kalangan negara Arab dalam menghadapi Israel pada tahun 1967 dalam perang yang dikenal sejarah sebagai Perang Enam Hari. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada tahun 1973, di mana bangsa Arab bersatu padu di bawah komando Raja Faisal bin Abdul Aziz –rahimahullah- akhirnya berhasil memukul mundur dan mengusir Israel keluar dari Sainaa’.

Oleh karena itu bersikaplah adil dan bijaksana dalam menilai segala sesuatu. Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti dan fakta. Mengapa kita disibukkan dengan menilai dan mensifati orang lain dan lalai menilai diri kita sendiri? Mengapa kita tidak berlomba-lomba melebihi Saudi Arabia dalam membantu korban kedzaliman Yahudi tersebut? Silahkan saja bandingkan antara Saudi Arabia dengan negara mana saja dalam hal donasi untuk Program Peduli Palestina.

Akhirnya, mari kita mendo’akan kaum muslimin yang muwahhid yang menjadi korban kedzaliman tentara Yahudi di Jalur Gaza khususnya, dan Palestina umumnya, agar mendapatkan syahadah fii sabiilillah dan semoga kita dikumpulkan bersama para Nabi, shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang shalih.

Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad, wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Riyadh, 14 Muharram 1430 H

***

Penulis: Abu Yazid (dari Riyadh, Saudi Arabia)
Artikel www.muslim.or.id

Ditulis dalam Aqidah-Muamalah, Bahan Tarbiyah, Jihad, Muhasabah, Oase-Iman, Ringan Berbobot, Syiar Islam, Tausiyah | Leave a Comment »

Jangan Remehkan Ucapan Anda

Ditulis oleh yananto di/pada Rabu, 10 Desember 2008

Mengajak manusia ke jalan Allah ta’aala merupakan aktifitas yang sangat mulia. Allah ta’aala menyebutnya sebagai ”ucapan yang paling baik”. Namun tidak banyak muslim yang mau dan sanggup melakukannya. Pada umumnya seorang muslim dihalangi oleh seribu satu alasan untuk tidak melakukannya. Ada alasan yang sangat umum yaitu ”nanti si non-muslim tersinggung”. Itulah sebabnya Allah ta’aala membekali kita dengan firmanNya: ”…dan berdebatlah (beradu argumenlah) dengan mereka dengan cara yang baik.”(QS AnNahl ayat 125) Artinya, Allah ta’aala Maha Tahu bahwa sangat mungkin ajakan kita tersebut mendatangkan penolakan dari obyek da’wah. Tapi itu bukan alasan untuk tidak berda’wah..!

Seorang muslim tatkala menyampaikan da’wah Islam harulah memiliki optimisme dan harapan hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Ia harus selalu mengingat bahwa kewajibannya hanyalah menyampaikan. Adapun soal obyek da’wahnya mau menerima atau tidak, maka ini bukan urusan si muslim. Soal seseorang memperoleh hidayah atau tetap sesat sepenuhnya terserah Allah subhaanahu wa ta’aala.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

” Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS AnNahl ayat 125)

Hal lain yang juga harus selalu diingat oleh seorang muslim yang mengajak orang lain agar ikut jalan Allah ta’aala ialah: ”Jangan remehkan ucapan Anda.” Siapa tahu, justru melalui lisan Anda seseorang memperoleh hidayah. Anda tidak akan pernah tahu apakah ucapan Anda mendatangkan taufiq dan hidayah Allah ta’aala sebelum Anda mencobanya..!

Ada seorang kawan saya yang sewaktu lulus SMA pergi untuk kuliah ke luar negeri. Saat ia pertama kali tiba di London kemampuan berbahasa Inggrisnya masih belum lancar. Waktu itu sedang bulan Ramadhan. Hari-hari pertama tiba di Inggris ia ikut sebuah bus Tour Wisata keliling kota London. Saat datang waktu makan siang bus itu berhenti di sebuah restoran dan semua turis turun untuk makan siang. Termasuk kawan saya orang Indonesia muslim tersebut.

Semua penumpang bus wisata makan di restoran tersebut kecuali kawan saya karena ia sedang puasa. Maka ketika melihat ia tidak makan si Guide (penunjuk jalan) seorang berkebangsaan Inggris mendekatinya dan bertanya: ”Why aren’t you eating?” (Mengapa kamu tidak ikut makan?).

Dengan bahasa Inggris yang terbatas iapun menjawab: ”I am Muslim. This is Ramadhan. I am fasting.” (Saya seorang muslim. Ini bulan Ramadhan. Saya sedang puasa)

Tiba-tiba dengan nada mengejek si penunjuk jalan itupun berkata: ”Oh, rupanya Anda datang dari sebuah negera muslim. Negara yang miskin sehingga kamu tidak sanggup makan…”

Lalu kawan kitapun menjadi marah dan tersinggung. Tapi bagaimana caranya mengungkapkan kemarahan dalam suatu bahasa yang belum dikuasai? Akhirnya ia hanya bisa berkata: ”Wait, one year… I will explain to you the beauty of Islam…” (tunggulah satu tahun, nanti aku jelaskan padamu indahnya ajaran Islam). Maksudnya ia ingin diberi kesempatan belajar bahasa Inggris dahulu selama setahun, baru nanti ia akan jelaskan secara panjang lebar apa itu sebenarnya ajaran Islam nan indah ini.

Sesudah satu tahun kawan saya inipun memenuhi janjinya. Ia datangi si penunjuk jalan untuk menjelaskan Islam kepadanya. Namun apa yang terjadi? Begitu mereka berjumpa satu sama lain, tiba-tiba si guide orang Inggris ini menyapa kawan kita orang Indonesia ini dengan ucapan: ”Assalaamu’alaikum, brother…!”

Maka kawan saya ini terkejut dan bertanya: ”Anda sudah masuk Islam?”

”Iya benar, saya sudah masuk Islam, ” kata si orang Inggris.

”Waduh, saya baru saja mau menjelaskan kepada Anda apa itu Islam, ” kata kawan saya.

”Anda terlambat, saudaraku…” kata si Inggris.

Maka si orang Indonesiapun bertanya: ”Bagaimana ceritanya Anda sampai memeluk Islam?”

”Saya masuk Islam sejak Anda mengatakan ’I will explain to you the beauty of Islam’… Maka sayapun bertanya-tanya apa memang di dalam Islam ada keindahan? Saya selama ini hanya tahunya Islam itu identik dengan terorisme dan segala yang hitam dan jelek.. Maka karena saya penasaran sayapun belajar Islam. Dan alhamdulillah, saya mendapat hidayah dari Allah ta’aala…”

Subhanallah...! Maka, saudaraku, bersegeralah. Ajaklah teman kerja Anda, tetangga Anda atau barangkali saudara Anda yang non-muslim ke dalam rahmat Allah ta’aala… Jangan remehkan ucapan Anda. Siapa tahu lewat lisan Anda Allah ta’aala akan limpahkan hidayah iman-Islam kepada seseorang…..

Ditulis dalam Agama Islam, Aqidah-Muamalah, Bahan Tarbiyah, Jihad, Oase-Iman, Ringan Berbobot, Syiar Islam | Leave a Comment »

ASY-SYAHID “SOFYAN” – Syuhada Indonesia Pertama yang Syahid di Afghanistan

Ditulis oleh yananto di/pada Senin, 15 September 2008

PERJALANAN MENUJU SYAHADAH
ASY-SYAHID (Insya Allah) “SOFYAN”
(Syuhada Indonesia Pertama Yang Syahid Di Afghanistan)
Identitas :
Nama (alias) : SOFYAN
Asal : Tasikmalaya, Jawa Barat
Syahid di : (Dekat Jalalabad), Prov. Nanggrahar – Afghanistan
Tahun : + 1991
Pendidikan : Akademi Militer Mujahidin Afghanistan

Latar Belakang:

Asy-Syahid Sofyan (begitulah nama aliasnya, nama aslinya = ?), seorang ikhwan yang berasal dari Tasikmalaya yang pada tahun 1989 bersama dengan 2 orang rekannya yang juga berasal dari daerah Jawa Barat berangkat ke Afghanistan, lewat Pakistan.

Dia adalah termasuk salah seorang dari + 30 orang kadet yang belajar di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan, yang semula milik sebuah tandzim (organisasi) Al-Ittihad Islamy, pimpinan Syekh Abdur Robbi Rasul Sayyaf.

Latar belakang pendidikannya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Pribadinya biasa-biasa saja, bahkan di komunitasnya saat itu dia dikenal sebagai seorang pencanda (periang), banyak bicara dan suka humor.

Ribath Yang Pertama Dan Terakhir:

Pendidikan di Akademi Militer Afghanistan harus dilewati dalam waktu sekitar 18 bulan, dengan 3 semester. 4 bulan dalam setiap semester adalah waktu efektif belajar. Sedang 2 bulan adalah masa liburan. Kebiasaan yang berlaku adalah ketika tiba masa liburan, diadakanlah program Ribath di beberapa daerah perang di Afghanistan. Namun sayang tidak semuanya mendapat giliran untuk diikutkan dalam program tersebut. Biasanya kalau masih duduk di semester pertama hanya mendapat tugas tinggal di Akademi saja selama masa liburan.

Ketika Asy-Syahid sudah duduk di semester ke-2, dan dia telah menjalani waktu belajar selama 4 bulan kedua, maka tibalah saat masa liburan. Mas’ul Akademi kembali membuat program Ribath. Para kadet dibagi menjadi beberapa kafilah dengan tujuan berbeda, diantaranya ke Logar, Nanggrahar, Ghazni, Turgor. Sedang Asy-Syahid tergabung bersama kafilah yang akan berangkat ke daerah Nanggrahar. Kami (saya dan Asy-Syahid serta beberapa ikhwan) yang berada dalam satu kafilah yang berjumlah + 8 orang berangkat pada permulaan waktu masuk musim panas. Dan biasanya masa liburan itu selalu bertepatan dengan musim panas.

As-Syahid asalnya adalah seorang yang periang suka bercanda, banyak omong. Entah mengapa semenjak berada di jabhah,beliau berubah menjadi seorang pendiam, dan sangat rajinn membaca Al-Qur’an.

Pada suatu saat, ketika sehabis makan siang, As-Syahid yang berada di dalam gua, sedang membaca Al-Qur’an. Kemudian tiba-tiba dari atas terdengar bunyi suara pesawat (MIG) melintas di atas, yang ketinggiannya cukup tinggi. Lalu secara tiba-tiba menjatuhkan bom.

Gua tempat kami berlindung tertutup asap dan debu. Setelah asap dan debu itu hilang, maka nampaklah Asy-Syahid terduduk dengan leher yang hampir terbelah diagonal melintas ke dada, Darah mengucur dari tubuhnya. Kami pun menghampiri dan ternyata beliau sudah syahid.

Ditulis dalam Jihad | Leave a Comment »

Wawancara Eksklusif : Ustadz Imam Samudra ; Semangat Jihad Yang Tak Pernah Padam !

Ditulis oleh yananto di/pada Senin, 15 September 2008

Jihad Interview - Rabu, 26 Maret 2008 Tim Jihad Magz berhasil mewawancarai Ustadz Imam Samudra di Lapas Batu Nusa Kambangan. Dalam situasi kunjungan penuh kekeluargaan tersebut Ustadz Imam Samudra dengan antusias dan penuh semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disodorkan Jihad Magz. Berikut petikan wawancara tersebut. Simak wawancara yang Sungguh Indah Ini.
Jihad Magz (JM) : Assalamu’alaikum. Warahmatullahi Wabarakatuh! Apa kabar Ustadz? Bagaimana perasaan dan kondisi terakhir Ustadz ?

Ustdz Imam Samudra (IS) : Wa’alaikumussalam.Warahmatullahi Wabarakatuh!

Alhamdulillah, secara umum kondisi penjara bagaimanapun abnormal, tidak normal, tetapi dengan rahmah Allah SWT kita diberi kekuatan. Kita seperti yang Antum (perlu) tahu bahwa di antara tanda akhir zaman itu mimpi orang beriman itu jarang ada yang salah. Jadi banyak bashirah-bashirah, atau basyair-basyair yang kita terima. Mungkin akhi Abu Zaid, akhi Amrozi sudah menceritakan tentang mimpi itu.

Yang kedua, kami meyakini janji Allah begitu indah, ada sebagian saya tulis di buku AMT (Aku Melawan Teroris)  itu. Kemudian di sini, Alhamdulillah, hal tersebut tidak berubah, tetap ada pertolongan-pertolongan Allah SWT. Kadang-kadang ada sesuatu yang tidak masuk akal banyak terjadi. Misalnya, ini yang paling sering ini, kok tiba-tiba mimpi melihat monyet, atau anjing, atau kelinci. Monyet, anjing itu, atau ular itu musuh Allah yaitu polisi atau sipir. Itu terjadi betul. Datang polisi. Bukan sekali dua kali, dan bukan hanya saya yang mimpi.

Kelinci itu, dilihat tafsirnya itu, saya tidak pernah melawan binatang apa pun tiba-tiba kok mimpi ada kelinci ini, saya buka takwilnya itu, kelinci itu artinya seorang lelaki yang bajunya (QS : 47:31), yang mencari keuntungan dunia dan dia penakut. (Kitab Taisirul Ahlam Ibnu Sirin)

Datang betul satu orang pura-pura bersama kita gitu, datang. Kemudian dalam mimpi melihat ular, mati, memang betul, beberapa lama sebelum hakimnya Amrozi mati, siapa itu.. ???, melihat ular, ular mati. Lho, saya baca tafsirnya barang siapa mimpi lihat ular mati, artinya, musuh dia akan mati. Betul-betul itu seperti itu. Jadi memang mati. Di Bali pun seperti itu.

Nah, kemudian sekitar empat atau lima hari yang lalu, saya mimpi lagi melihat ular mati. Tadi saya mendengar berita ada preman mati di Solo.. Betul itu ya.. Malamnya saya mimpi itu. Satu apa dua..? [satu mati di tempat, satu di rumah sakit]. Subhanallah, itu malam itu saya mimpi lihat ular mati. Jadi, ada ular itu mau nyerang saya kemudian saya baca ayat kursi, mati ular itu. Tidak lama, saya dengar berita itu.. betul itu.. Itu bashirah-bashirah.

Kemudian, kemarin siang ba’da zhuhur, saya mimpi melihat ular kobra dibawa di dalam keranjang, dibawa oleh petugas ini mau nyerang saya. Tapi saya baca ayat kursi, mati juga ularnya. Saya sedang tunggu berita, apa nanti yang terjadi.. mudah-mudahan nanti, entah Urip Tri Gunawan atau siapa, mudah-mudahan..
Jadi, keadaan kami Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT kami diberi Furqan, waman yattaqillah yaj’al lahu makhraja, waman yattaqillah fahuwa hasbuh, barang siapa bertaqwa kepada Allah maka cukup Dia sebagai pelindungnya.

Jadi, dengan izin Allah swt kita diberi furqan oleh Allah swt. Meskipun kami tertutup komunikasi seperti yang lain dengan antum ini, tapi tetap dengan antum ke sini mendapat tahu. Jadi, secara umum kami baik-baik saja.

Namun perlawanan saya terhadap taghut tidak pernah berhenti, sampai kapan pun. Maka Antum-Antum semua ini mudah-mudahan diterima sebagai pejuang di sisi Allah Swt.

JM: Dalam buku Aku Melawan Teroris, Ustadz menjelaskan pengaruh buku Syekh Abdullah Azzam sehingga mengantarkan Ustadz ke bumi jihad Afghanistan. Bisa diceritakan kembali pengaruh atau tepatnya bagian mana dari buku tersebut yang mempengaruhi Ustadz, dan bagaimana cerita perjalanan ke Afghanistan ?

imam s 1

IM: Jadi, buku itu saya baca berulang-ulang, sejak kelas 1 SMP, bersama kawan-kawan, kawan itu sudah syahid di Afghanistan. Yang mendorong saya ialah pertolongan Allah, misalkan ada dua gunung, dua bukit, yang satu kubu Rusia, yang satu kubu Mujahidin. Datang pesawat supplier dari Rusia untuk mengasih daging kepada tentara Rusia. Tapi dengan taqdir Allah, justru daging itu jatuh pada Mujahidin, dan saat itu Mujahidin sedang kelaparan.

Yang kedua, saya masih ingat bagaimana ketika Mujahidin diserang oleh pesawat pengebom, tiba-tiba di bawah pesawat itu ada burung-burung seperti ababil.
Yang ketiga ada orang ditabrak tank, dengan izin Allah SWT tidak mati. Karamah dari Allah SWT. Itu membuat saya terpacu dan janji-janji Allah itu saya yakini. Maka sejak saat itu saya berdoa kepada Allah, ya Allah sampaikanlah saya di tempat buku ini diceritakan. Beberapa tahun kemudian sampai saya di Afghanistan.

Jadi antum sebetulnya harus baca buku itu.

JM: Salah satu pendapat yang menentang aksi Bom Bali 1 adalah belum tersampaikannya ‘I’lan’ (Iqomatul Hujjah) kepada penguasa tentang kondisi mereka. Bagaimana Ustadz menyikapi hal ini ?

IS: Ulama tentang iqamatul hujjah ini ada banyak pendapat. Ada yang mewajibkan iqamatul hujjah dan ada yang tidak. Kapan iqamatul hujjah itu? Pada musuh penduduk asli dan kita punya waktu yang panjang untuk melakukan hal seperti itu, iqamatul hujjah itu. Nah, sekarang kondisi sudah ada internet, sudah ada TV semua, apa yang belum sampai. Kecuali di gurun sahara yang belum ada orang, belum ada monyet, itu kita baru sampaikan hujjah seperti itu.
Yang kedua, pemisahan antara target yang kami lakukan itu kan susah dipisahkan.

JM: Tentang dananya Ustadz, sebagian ikhwan di luar banyak yang beranggapan bahwa itu fai’ atau ghanimah yang didapat dari toko emas yang di Banten. Untuk klarifikasinya gimana Ustadz?

IS: Tidak. Tidak ada sama sekali.

JM: Terus begini Ustadz, ikhwan yang lain, sekarang mengakui bom bali salah, terus juga menulis buku, menurut Ustadz gimana? Contohnya Ali Imran, dan yang lain.

IS: Ali Imran itu kan sekarang dipelihara oleh Mabes, jadi gak dijawab pun orang sudah tau siapa Ali Imran, siapa Nasir Abbas. Jadi saya tidak perlu komentar tentang masalah ini, karena antum pun sudah tau jawabannya. Begitu..

JM: Masih tentang Bom Bali, apakah betul bahwa yang Ustadz rencanakan dan lakukan hanya bom di Sari Club saja, sedangkan yang di Paddys Café Ustadz tidak bertanggung jawab. Lalu siapa yang melakukan aksi tersebut ?

IS: Jadi begini ya, itu sebetulnya tidak perlu saya jawab. Karena biarlah yang sudah beredar di masyarakat itulah yang terjadi. Biar masyarakat menilai sendiri. Begitu. Sebab, sekarang ini kalau saya bicara, diplintirkan oleh media.

JM: Tentang Barisan yang menentang Ustadz (Buku Aku Melawan Terorisme), yaitu Ba’abduh dan kawan-kawan. Bagaimana pandangan Ustadz terhadap mereka ? Apa sudah ada buku yang dipersiapkan untuk membantah mereka ?

imam

IS: Ada, sudah saya kasihkan tadi kan (Sebuah naskah telah diberikan Ustad Imam Samudra ke Jihad Magz). Jadi begini sebetulnya, itu saya tulis dulu tahun 2004-2005 ketika saya membaca majalah As-Syariah yang ditulis oleh Abu Abduh. Itu sebenarnya sama dengan Lukman Ba’abduh, bahasanya sama persis, waktu di Krobokan. Jadi, saya bantah semampunya, karena satu, karena referensi terbatas. Yang kedua, tau sendiri di sini kan bukan pakai komputer. Tulis tangan… saya sepuluh tahun gak pakai pulpen, pakainya komputer ngetik sendiri. Sekarang nulis lagi, kembali ke zaman batu dulu.

JM: Tentang Media Jihad, Ustadz sangat concern sekali. Kenapa dan apa yang seharusnya dilakukan media-media jihad?

IS: Jadi, intinya satu, siapa saja yang terlibat dalam media Jihad dia wajib meluruskan niat dia karena Allah swt. Yang kedua, harus komitmen dengan yang dia emban, seperti ini kan Ar Rahmah, State of Islamic Media. Itu betul-betul, orang kafir itu 24 jam bekerja tidak berhenti untuk menyebarkan kekafiran.

Yuriiduna li-yuthfi-u nuurallah bi-afwaahihim, wallahu mutimmu nuurihi walaw karihal kaafiruun. Orang kafir itu dengan mulut mereka memojokkan ummat Islam, maka kita pun wajib meluruskan syariat Allah dengan dakwah kita. Kenapa pakai mulut? Karena waktu itu tidak ada speaker, gak ada internet gak ada radio, pakai mulut dari mulut ke mulut. Kalau sekarang dari internet ke internet. Dari radio ke radio. Dari chatting ke chatting. Dari milis ke milis.

Jadi, istiqamah dengan kebenaran, Antum harus yakin, harus yakin itu benar, istiqamah. Otomatis yang benar pasti akan mendapat tantangan dari pihak lain.

JM: Kalau di luar negri Ustadz, aktivis-aktivis Islam yang ditangkap itu, oleh kaum Muslimin yang lain dibuatkan situs-situs untuk membantu mereka, mengumpulkan dana, termasuk bagaimana menekan penguasa untuk bagaimana dia bisa keluar. Menurut Ustadz, kita-kita di luar ini perlu gak seperti itu?

IS: Nah, itu tergantung intrik Antum. Karena, Fukku al-‘aany wa-ath’imul jaa-i’… (hadits). Bebaskan orang tertawan dan berilah makan orang-orang yang lapar dan kunjungilah orang-orang yang sakit. Itu fardu ‘ain. Fardhu ‘ain hukumnya kalau Antum mampu. Itu tidak perlu saya jawab lagi, karena itu sudah jelas hukumnya, bukan ijtihadiyah, itu hadits, sudah qath-‘i hadits. Kunjungi orang sakit, bebaskan tawanan, dan kasih makan orang yang lapar. Begitu.

JM: Kalau di LP Grobokan Bali Ustadz ‘sering’ mendapatkan ‘karomah’, apakah di LP Nusa Kambangan ini Ustadz juga mengalami hal yang sama ?

IS: Jadi, kadang-kadang begini, saya terus terang. Kadang-kadang  saya sendiri tidak menuliskan mimpi itu. Karena saya khawatir, satu, ta’jub terhadap diri sendiri. Kadang-kadang saya pun gak percaya itu akan terjadi, tapi ternyata itu terjadi. Saya, sebelum datang wartawan, mimpi datang wartawan dari Malaysia, dari mana itu, ada wartawan nih.. saya diam gak cerita. Nyatanya betul ada wartawan.. Subhanallah.

Itu diantaranya, mudah-mudahan karamah dari Allah SWT. Banyak seperti itu, dan banyak keinginan yang baru terlintas dalam hati, tiba-tiba Allah kabulkan dengan izin Allah swt. Meskipun kadang agak lambat, kadang spontan. Seperti itu.

JM: Seperti keinginan makan roti sewaktu di LP Krobokan Bali waktu itu ?

IS: Ya, yang seperti itu sebenarnya bukan saya saja yang mengalami, banyak juga ikhwan-ikhwan lain yang mengalami, cuma mereka tidak menulis. Saya pun tidak menulis, tapi dikasih nasihat oleh orang lain, bahwa ini sebagai bukti kebenaran perjuangan, maka saya tulis seperti itu.

JM: Bagaimana tentang eksekusi nanti Ustadz (wallahu a’lam bis shawab), beberapa isu yang terdengar dan lain sebagainya, pihak pemerintah ini khawatir kalau itu dilaksanakan, negeri ini akan tambah hancur, atau bakalan ‘kualat’ lah…!

IS: Tentu, itu pasti itu. Janji Allah seperti itu. Khan.. Allah bersumpah, demi kemuliaanKu, kata Allah, barangsiapa yang menyakiti waliKu, maka dia menantangKu untuk memerangi mereka. Kami ini wali Allah, kami yakin wali Allah SWT. Jangankan dieksekusi, dizhalimi saja Allah akan marah. Kan sudah banyak buktinya. Di Aceh, di sini Tsunami, di mana-mana, harga minyak naik semua, itu kan bala’ dari Allah SWT. Lapindo sampai sekarang tidak tertutup, dia akan berhenti/ tertutup kalau negeri ini mengamalkan hukum Allah SWT.

JM: Bahkan terakhir terdengar juga mereka ditakut-takuti, atau dibilang, mungkin gak nanti teman-teman Al-Qaeda datang ke sini. Katanya begitu…

IS: Sangat mungkin itu. Insya Allah, mudah-mudahan. Tentara Allah kan ada di langit dan di bumi. Kalau jadi, Antum wajib beraksi semuanya.

JM: Kalau Ustadz sendiri sudah siap dengan apapun yang akan terjadi ?.

IS: Sebelum beramal seseorang harus siap dengan segala-galanya. Al-‘Ilmu qablal qawli wal ‘amal, ilmu itu sebelum ucapan dan perbuatan. Ilmu dulu baru beramal..

JM: Terakhir, harapan Ustadz terhadap kita-kita yang di luar ini apa Ustadz?

IS: Satu, istiqamah dengan Allah SWT, yang kedua, bersihkan hati dari kepentingan dunia dan popularitas. Kalau di hati ini ada sedikit saja niat popularitas, akan tumbang. Atau niat karena dunia, semua akan berantakan. Sedikit saja niat dunia, segeralah beristighfar kepada Allah SWT. Niat dunia itu yang merusak manusia, syahwat semua itu, niat karena popularitas, niat karena materi, niat karena wanita. Itu ada nempel sedikit bisa merusak semuanya.

Apalagi Antum dalam dunia media ini kan, rentan dengan virus-virus. Kadang-kadang kita gak berniat, seperti ada datang email spam yang tidak perlu kita lihat, nah itu harus hati-hati. Minta kepada Allah SWT agar tetap diikhlaskan karena Allah SWT.

Amien Ya Robbal Alamien. Wawancara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Imam Samudra sendiri.

Wallahu’alam bish shawab!

Jihad Interview
Ar rahmah Media Network
The State of Islamic Media
Dikutip Dari: JihadMagz Edisi II / Wawancara Eksklusif
http://www.arrahmah.com
http://jihadmagz.com

j

Ditulis dalam Jihad | Leave a Comment »

Jihad dan Masa Depan Palestina

Ditulis oleh yananto di/pada Senin, 15 September 2008

International Jihad Analysis - Bumi Palestina masih bergolak. Negeri para Nabi tersebut hingga kini tiada putus dirundung derita akibat kezaliman zionis yahudi Israel. Baru-baru ini setidaknya 7 warga Palestina syahid, termasuk seorang ibu dan keempat anaknya akibat serangan rudal zionis yahudi Israel, anak cucuk turunan kera dan babi, di Gaza Utara. Pada hari sabtu (26/4) pasukan zionis juga menerobos ke kota Beit Lahiya di utara Jalur Gaza dalam upaya menangkap seorang pemimpin Hamas setempat. Pasukan kufar zionis Israel ini menyerbu ke rumah pimpinan Hamas sekaligus pemimpin Brigade Izuddin Al Qossam, dan berhasil menangkap pemimpin Hamas tersebut, Talat Hassam Marouf, dan menembak putrinya, Mariam, yang berusia 14 tahun.
Menurut juru bicara Hamas, Abdel Latif al-Qanou, pasukan Israel menghantam rumah Marouf dengan rudal dan meriam sehingga menyebabkan kerusakan berat. Selain itu, belasan tank dan pesawat tempur Israel membantu serangan tersebut, dengan menembakkan rudal-rudal ke arah para pejuang.

al aqsha
Gambar: Masjid Al Aqsha Palestina

Aksi brutal kuffar zionis yahudi Israel baru-baru ini menambah panjang kekejaman negara agresor di bumi suci kaum Muslimin ini. Lebih dari 400 warga muslim Palestina tewas di sepanjang Jalur Gaza dalam waktu 5 bulan terakhir ini.

Sumber-sumber medis menyebutkan mereka tewas ketika sebuah rudal dari penjajah Israel menghantam rumah mereka di Bayt Hanoun. Seorang pejuang Palestina dan seorang petani juga ikut mati syahid (Insya Allah) dalam dua insiden terpisah.

Sedangkan serangan keji lainnya yang dilancarkan oleh penjajah Israel pada Ahad di Bayt Lahiya telah menewaskan seorang anak perempuan berusia 14 tahun dan 8 penduduk lainnya cedera.
Tentara Israel bergerak masuk ke Gaza Senin pagi dan masuk ke Bayt Hanoun, yang tidak jauh dari perbatasan.
Sepanjang serangan itu, sebuah rudal menembus ke atap rumah bertingkat satu ketika para penghuninya sedang sarapan pagi.

“Sebuah keluarga ditembak setelah sarapan pagi di sini dan sekarang apa? Kami mendatangkan mobil untuk bagian tubuhnya,” kata Abu Muhammad, tetangganya.

Ibu dan 4 anaknya –2 perempuan dan 2 laki-laki berusia 2 dan 6 tahun– tewas, kata dokter rumah sakit setempat.
Omar Abdul Nabi, seorang petani yang sedang membawa traktor terkejut mendengar dua ledakan di area tersebut. “Orang-orang ketakutan ketika tank melintas ke jalanan,” katanya.

Beberapa penduduk lainnya terluka akibat ledakan tersebut, dan sebagian dalam keadaan kritis.
Sedangkan pejuang Hamas mengatakan seorang pejuangnya menembak tentara Israel di Bayt Hanoun. Tentara tersebut menderita cedera ringan.

Derita Palestina Derita Umat

kekejaman
Gambar: Kekejaman dan Kebiadaban Israel Terhadap Kaum Muslimin Palestina

Kekejaman pendudukan Zionis Israel telah berlangsung sejak tahun 1967, dimulai dengan pengusiran kaum muslimin, pengrusakan rumah-rumah, masjid-masjid mereka, terutama masjidil Aqso. Zionis yahudi Israel bahkan menggali masjid Al-Aqso, tempat suci ketiga kaum Muslimin, untuk mencari Haikal Sulaiman.

Zionis yahudi berusaha merobohkan, menghancurkan, dan membakar masjid-masjid suci kaum Muslimin di seluruh Palestina, hingga saat ini. Mereka juga terus membangun pemukiman-pemukiman baru untuk orang-orang yahudi Israel dan memusnahkan rumah-rumah tempat tinggal kaum Muslimin. Setiap hari di bumi Palestina, ibu-ibu kaum Muslimin, anak-anak kecil dan orang-orang tua renta diseret, diusir dan ditendang dengan sangat bengisnya oleh penjajah yahudi laknatullah. Mereka menghancurkan rumah-rumah kaum muslimin, membombardir mereka setiap harinya, pagi maupun malam hari.

Sebuah tindakan yang biadab.

Masjid-masjid yang dirusak di Palestina tidak hanya masjid suci Al-Quds, tapi juga masjid at-Thobariyyah yang dibakar, dan masjid Umar bin Khattab yang diubah menjadi sinagog mereka, dan di tempat suci itu mereka mengatakan : “Allah Fakir dan kami kaya”. Dan mereka juga berkata : “Tangan Allah Terbelenggu”. Sungguh suatu kaum yang sangat membangkang dan berani melawan Allah swt.

Sumber lokal di Al-Quds menyebutkan, sejumlah keluarga Palestina di Al-Quds mengadukan nasib rumah-rumah mereka yang terancam roboh menyusul penggalian Israel di sekitar Masjid Al-Aqsha.
Sementara itu menurut salah seorang warga dari keluarga Usailah menyebutkan, ketika ia dan ayahnya keluar melewati gerbang Silsilah yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsha Kamis (10/4) dikagetkan dengan runtuhnya sebagian rumah mereka.

Mereka mendengar suara gemuruh orang yang sedang bekerja di bawah terowongan yang terdapat di Jalan el-Wadi dekat dengan pelataran Buraq Al-Aqsha. Tadinya ia bermaksud melihat ke sana untuk memastikan sebab runtuhnya rumah tersebut. Namun para pegawai Israel melarangnya. Tapi ia tetap meneruskan pencarianya dan menemukan sejumlah terowongan serta galian yang lain di bawah rumah-rumah penduduk.

penduduk

Terakhir diketahui sebab runtuhnya rumah keluarga Usailah karena adanya peninggian terowongan tepat di bawah rumahnya setinggi tujuh meter.

Sementara seorang pemuda lainya menuturkan, “Saya melihat kota di bawah perumahan warga. Kota tersebut penuh dengan terowongan dan areal yang sangat luas.”

Keluarga Usailah mendiami rumah yang dekat dengan gerbang Silsilah, salah satu pintu Masjid al-Aqsha. Pintu Silsilah adalah satu-satunya gerbang al-Aqsha bagi keluarga Usailah yang terdiri dari 10 kepala keluarga.

Pihak keluarga Usailah juga menuturkan bahwa pihaknya telah mendengar suara penggalian oleh Israel sejak setahun yang lalu. Akibat penggalian ini, maka rumah-rumah warga Palestina di sekitar al-Quds ibarat rumah yang menggantung di atas awan.

Bahkan sejumlah pekarangan rumah Palestina di Al-Quds bila diketuk akan terdengar suara mendentung menunjukan bahwa di bawahnya adalah ruangan kosong.

Rumah-rumah warga al-Quds menjadi tidak aman untuk didiami. Karena setiap saat terancam roboh. Keluarga Usailah, bukanlah satu-satunya keluarga yang mengeluhkan peristiwa ini.

Bahkan seluruh keluarga yang mendiami wilayah Khasy (dekat dengan pintu Silsilah) terancam runtuh, akibat penggalian terowongan yang terus menerus oleh Israel

Israel juga melanjutkan tindak kejahatannya dengan menghancurkan dua ruangan di Masjid Al-Aqsha. Mereka juga menutup jalan menuju pintu Magharibah di wilayah Selatan Al-Aqsha yang merupakan pintu bersejarah bagi Masjid yang menjadi kiblat pertama kaum Muslimin.

Tindakan Israel ini merupakan bagian dari rencana Zionisme untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha secara keseluruhan, untuk kemudian membangun istana Haikal Sulaiman yang diyakini berada di lokasi Masjid Al-Aqsha.

Syaikh Taisir At Tamimi, hakim Palestina, mengatakan,”Tentara Israel selama beberapa jam sejak pagi hari telah menutup semua jalan yang mengarah ke kota Al-Quds (Jerussalem), dan menutup semua akses pintu masuk kota Al-Quds. Israel juga menyebarkan ratusan tentara dan polisinya dengan senjata lengkap untuk melarang penduduk Palestina sampai ke wilayah Masjid Al-Aqsha. Pada waktu yang sama, puluhan buldoser Israel telah bergerak mengarah ke tembok masjid Al-Aqsha wilayah barat untuk kemudian menghancurkan tembok tersebut. “

Ia menambahkan bahwa Zionis Israel benar-benar memanfaatkan situasi internal Palestina yang disibukkan oleh pertikaian antar sesama mereka.

Karenanya, hakim Al-Quds itu menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina untuk turun ke jalan segera guna melakukan aksi demonstrasi menghentikan proyek penghancuran Masjid Al-Aqsha yang sudah mulai dilakukan hari ini. At-Tamimi juga menyampaikan bahwa Al-Aqsha benar-benar dalam kondisi berbahaya dan membutuhkan dukungan kaum Muslimin dunia untuk melindungi Al-Aqsha dari rencana Zionis yang ingin mendirikan Haikal Sulaiman di atas puing-puing kiblat pertama kaum Muslimin.

Majlis Tinggi Fatwa seperti dirilis oleh Palestine Information Center menduga bahwa Zionis Israel telah mulai menghancurkan sebagian dari pintu Barat Al-Aqsha. Dan jika itu telah terjadi, berarti akan pecahlah pertarungan hebat antara kaum Muslimin Palestina bahkan dunia melawan Israel. Syaikh Raid Shalah, kepala Harakah Islamiyah di Palestina yang dirampas pada tahun 1948 mengatakan, dirinya yakin bahwa Israel benar-benar telah melakukan proyek penghancuran itu sejak hari ini.

Israel, menurutnya, juga sudah menghancurkan dua ruangan di wilayah Barat Masjidil Aqsha yang merupakan lokasi Al-Buraq.

“Penghancuran dua ruangan itu akan membuka jalan dari Masjid Al-Buraq yang merupakan bagian dari Masjid Al-Aqsha hingga memudahkan Israel untuk melakukan penghancuran lebih lanjut pada waktu yang tepat. Jadi, mereka lebih dulu menghancurkan Masjid Al-Buraq, baru Masjid Al-Aqsha,” papar Syaikj Raid Shalah.

Menurutnya, Zionis juga menargetkan untuk menghapus jalan menuju Magharibah. “Itu adalah wilayah Islam bersejarah, dan saat ini jalan menuju Magharibah telah rusak oleh galian lubang di bawah tanah oleh Zionis Israel. Kehancuran jalan itu bukan karena salju seperti yang diakui Israel. Tapi dihancurkan karena gorong-gorong yang dibuat Israel di bawahnya.”

Derita Palestina adalah derita kaum Muslimin. Kaum Muslimin memiliki tanggung jawab untuk membebaskan bumi Palestina dari cengkraman musuh Islam, zionis Israel. Tiada berguna lagi himbauan-himbauan kepada lembaga-lembaga kufur seperti PBB, Amnesti Internasional dan sejenisnya. Juga tiada berguna seruan kepada pemimpin-pemimpin dan penguasa negeri-negeri Arab yang murtad dan lebih mementingkan tuan mereka, Amerika dan sekutu-sekutunya. Tentu para penguasa dan pemimpin negeri-negeri Islam yang murtad ini tidak akan pernah mau dan sudi memerintahkan tentara-tentara dan pasukan mereka untuk memerangi zionis yahudi Israel.

Mereka bahkan mengupayakan jalan hina sebagai solusi, yakni dengan menjalin kerjasama perdamaian dengan Israel. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Mesir, Yordania, dan Arab Saudi. Jadi, bagaimana mungkin kaum muslimin menghiba-hiba dan mengharapkan tentara-tentara kufur mereka mau berjihad untuk memerangi si agresor, zionis yahudi Israel yang merupakan “sahabat” mereka sendiri.  Untuk itu, tiada kata lain, dan tiada solusi menyeluruh untuk menyelesaikan masalah Palestina, kecuali dengan mengumandakangkan dan menyerukan Jihad!

Jihad Untuk Membebaskan Bumi Palestina

Kaum muslimin saat ini berkewajiban untuk melaksanakan jihad di bumi Palestina, karena hukum jihad di Palestina adalah fardhu ‘ain, alias setiap individu yang berada di sana wajib hukumnya melaksanakan jihad.

Syaikhul Islam dan pelopor jihad abad modern, Dr. Abdullah Azzam dalam bukunya Ad-Difa’ An Aradli al-Muslimin Ahamu Furudl al-A’yan, atau Jihad Membela Negeri Kaum Muslimin, bahkan telah mewajibkan jihad atas segenap kaum muslimin di mana pun mereka berada.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kalian membelakangi mereka (mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak bergabung dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Alloh, dan tempatnya adalah Neraka Jahannam dan amat buruklah tempat kembalinya.”(QS Al-Anfal : 15-16)

Kondisi Palestina saat ini telah mewajibkan jihad bagi seluruh kaum muslimin, terutama karena dua pasukan telah bertemu di Palestina, yakni antara kuffar yahudi Israel dengan kaum Muslimin Palestina. Selain itu, zionis yahudi Israel, sebagai musuh sudah sejak tahun 1947 menyerang dan menduduki wilayah kaum muslimin dan mereka terus memperluas daerah jajahan mereka dengan membangun pemukiman-pemukinan baru. Untuk itu, wajib atas seluruh kaum muslimin, khususnya kaum muslimin yang ada di wilayah Palestina untuk mengangkat senjata dan berjihad melawan kuffar yahudi Israel dan tidak menempuh cara-cara lain yang tidak disyari’atkan oleh Islam.

Dalam rilis terakhir berita jihad di Palestina, empat pejuang Batalion Izzuddin Al-Qassam gugur syahid ketika menghadang serangan serdadu Israel di timur perkampungan Sejaiah sebelah timur Gaza pagi kemarin, Rabu (16/4).

Unit bagian operasi lapangan di Batalion Izzuddin Al-Qassam menyatakan para pejuang mereka, Abdul Kareem Ahmad Al-Qoisi (35) dari masjid As-Salam di kampung Sejaiah di timur Gaza, mujahid Mustafa Tatar, Karm Wadiah, Mahmod Hils gugur ketika mereka menghadang serdadu Israel di wilayah tersebut.

Batalion Al-Qassam menegaskan, Al-Qaisi adalah komandan di batalion.

Sebelumnya pasukan khusus Israel terjebak dalam serangan batalion Izzudin Al-Qassam kemarin Selasa (15/4) di timur Sejaiyah. Sementara Israel sendiri mengaku salah satu serdadunya terluka.

Dalam peristiwa ini, Al-Qassam mengaku berhasil meledakkan bom dan melepaskan beberapa misil hawn sepanjang 80 ml terhadap pasukan khusus Israel yang menyerang wilayah timur Sejaiah.

Beberapa saat setelah kejadian ini, sejumlah ambulan Israel datang mengevakusi warga. Mereka menambahkan, pejuang Al-Qassam meledakkan sebuah bom kemudian terjadi baku tembak.

Sementara itu, Mantan Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, rencananya akan ke Palestina untuk menghalangi jihad dilancarkan kaum Muslimin di sana, terutama Hamas.

Dalam wawancara televisi ABC, Carter mengatakan ia akan mencoba meyakinkan Hamas untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil Israel. Dengan kata lain, Carter ingin meredupkan semangat jihad Hamas. Kata “Jihad” memang membuat setiap orang kafir merasa untuk harus memadamkannya.

Ia juga mengatakan ia akan mendesak Hamas agar bekerja sama dengan gerakan Fatah dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas guna memulihkan persatuan Palestina.  Hamas mengusir Fatah dari kekuasaan di Jalur Gaza tahun lalu, sehingga membatasi kekuasaan Abbas hanya pada wilayah Tepi Barat saja.

Carter mengatakan ia tidak mewakili pemerintah Amerika dalam lawatan ke Timur Tengah, yang dimulai Ahad dengan kunjungan ke Israel.

Pejabat Amerika dan para anggota Kongres mendesak Carter agar jangan bertemu dengan Hamas, yang oleh Washington dinilai sebagai kelompok teroris.

Sementara itu, pada hari Sabtu, (19/4) mujahidin melancarkan serangan terhadap fasilitas Israel di Jalur Gaza. Kali ini, sebuah perbatasan milik Israel yang menjadi sasaran.

Sebuah mobil yang membawa banyak bahan peledak ditabrakan ke pembatas tersebut. Tiga mujahidin Palestina yang berada di dalam mobil tersebut tewas dan sedikitnya 13 tentara Israel mengalami luka.

Serangan di Kerem Shalom ini merupakan yang ketiga yang dilakukan militan Palestina dalam dua pekan terakhir. Jenderal Yoav Galant melukiskan serangan kali ini yang paling berani sejak Israel menarik pasukan dari Jalur Gaza tahun 2005.

Israel, yang masih memegang kontrol udara, perairan, dan suplai makanan bagi warga Gaza, menuduh Iran dan Suriah memberi pelatihan dan pasokan persenjataan bagi Hamas.
Juru bicara Israel mengatakan dua jip meledak dalam serangan yang dilancarkan di bawah asap tebal yang sengaja dibuat. Sedangkan satu kendaraan lain yang juga bermuatan bom berhasil diamankan.
Sayap militer Hamas. Brigade al-Qassam menyebutkan bahwa mereka telah menyiapkan empat kendaraan dalam serangan ini. Tiga di antaranya meledak. Menurut juru bicara Brigade al-Qassam, ini merupakan awal gelombang serangan yang akan dilancarkan terhadap Israel.

Semua Mata Tertuju ke Bumi Palestina

1

Dimana pun mujahidin berjihad, seluruh mata mereka tertuju ke bumi Palestina. Itulah fakta yang menunjukkan bahwa bumi Palestina adalah tujuan akhir dari jihad global yang dilakukan oleh kaum Muslimin.

Syekh Usamah bin Ladin dalam Taujih Manhajiatnya mengatakan bahwa kaum muslimin harus tetap waspada kepada yahudi dan program-program mereka dan melawannya dengan jihad.

Karena menurut beliau, tujuan terpenting dari serangan salibis adalah mempersiapkan kondisi almantiqoh dibagi-bagi untuk mendirikan negara Israel Raya, yang mencakup sebagian besar Irak dan Mesir melewati Suria, Lebanon, Yordania, dan seluruh daerah Palestina dan sebagian besar dari negeri Haromain.

Beliau menjelaskan bahwa Israel Raya adalah impian kaum yahudi dalam usahanya menegakkan apa yang dinamakan Israel Raya berdasarkan sebuah teks dalam kitab taurot yang berada di tangan mereka, yang berkata kepada Ibrohim ;” untuk keturunanmu kuberikan bumi ini, dari sungai Furot sampai sungai sungai besar Mesir.

dr aiman

Syekh Aiman Az Zawahiri dalam renungannya tahun 1427 H menghimbau agar kaum Muslimin di Palestina tetap berjuang dalam jihad mengusir agresor Israel dan meninggalkan seruan-seruan nasionalisme. Syekh Aiman menasihati Fatah agar meninggalkan  seruan nasionalis sekular dan menurnikan perjuangan mereka, yakni jihad fie sabilillah. Beliau tidak menyeru Fatah agar bergabung kepada Hammas, Jihad Islam, atau pun Al Qaeda, tetapi beliau menyeru Fatah agar kembali kepada Islam, supaya mereka berperang untuk tujuan mendirikan Daulah Islam di wilayah Palestina, bukan untuk mendirikan negara sekuler yang dipaksakan oleh Amerika di beberapa potong wilayah Palestina.

Syekh Aiman juga menyeru kepada saudara-saudara kita di Palestina, saudara-saudara dalam jihad, dalam ribath, dan dalam istisyhad. Menurut beliau tidak mungkin ada kemerdekaan atau pemerintahan berdaulat kecuali jika kita membebaskan Palestina dari Yahudi dan antek-antek mereka, dan kemudian kita mendirikan pemerintahan yang menjalankan syariat Allah SWT . Maka beliau pun mengajak semua rakyat Palestina agar semuanya kembali kepada Islam, dan bergabung dalam barisan mujahidin untuk jihad fie sabilillah melawan serangan bangsa salib paling dahsayt sepanjang sejarah. Beliau mengulang himbauannya dengan mengatakan bahwasanya mereka tidak akan mendapatkan kemuliaan kecuali di dalam Islam, dan kecuali dengan jihad!

Dikutip Dari: JihadMagz Edisi II / Berita Dunia Islam

International Jihad Analysis
Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com

Ditulis dalam Jihad | 3 Komentar »

Wawancara Eksklusif : Syekh Umar Bakri Muhammad ; Ayat-Ayat Allah Dalam Peristiwa 911

Ditulis oleh yananto di/pada Senin, 15 September 2008

Rabu (3/9) korespenden Timur Tengah Jihad Magz berhasil mewawancarai Syekh Umar Bakri Muhammad (OBM) dari kediaman beliau di Beirut, Libanon. Beliau adalah seorang ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan pakar dalam bidang jama’ah dan kelompok-kelompok Islam. Di tengah-tengah kesibukannya,  beliau dengan semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Jihad Magz tentang masalah 911 dan Al Qaeda. Berikut petikan wawancaranya :

Jihad Magz : Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga dengan kesempatan wawancara ini. Assalamu’alaikum. Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa kabar Ustadz ?
Syekh OBM :
Wa’alaikumussalam. Warahmatullahi Wabarakatuh, Segala Puji Bagi Allah, Salam dan Shalawat semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW, bersama para Sahabat dan keluarganya. Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Jihad Magz yang memberikan kesempatan kepada saya. Berikutnya saya berdoa kepada Allah SWT agar menjadikan bulan Ramadhan ini, bulan kemenangan untuk seluruh kaum Muslimin, Amien.

Jihad Magz : 11 September 2008 tepat 7 tahun peristiwa 911. Dahulu, di tahun 2003  ustdaz pernah mengadakan ‘peringatan’ peristiwa tersebut. Apa motivasi Ustadz mengadakan acara tersebut ? Ke depan, apakah tetap relevan untuk mengenang peristiwa tersebut bagi kaum Muslimin ?

Syekh OBM :
Saya memiliki motivasi berikut :

1. Mendiskusikan sebab dan akibatnya
2. Menunjukkan kepada seluruh dunia motivasi yang sesungguhnya dari serangan tersebut
3. Membuktikkan keabsahannya dalam pandangan Islam
4. Menunjukkan kegagalan dan kemunafikan para sekutu musuh
5. Membela singa-singa Tauhid dan Jihad
6. Mengajak ummat untuk mendukung Mujahidin dan para Da’i
7. Menyemangati para pemuda Islam untuk menjadikan ke-19 singa tersebut sebagai teladan dalam berkorban
8. Mengingatkan bahwa ke-19 pemuda tersebut telah mengubah sejarah, menghancurkan toghut di masa ini, menunjukkan kejahatan dan kebohongan musuh. Di samping itu mereka juga menggentarkan musuh-musuh Allah dan memuaskan hati kaum Mu’minin di seluruh dunia.

….Wawancara Eksklusif ini selengkapnya bisa Anda baca di Majalah Jihad Magz Edisi 3.

Ditulis dalam Jihad | Leave a Comment »